0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Takut Tak Dapat Siswa, Kepala Sekolah Swasta Cemas

(Ilustrasi) PPDB (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Sejumlah  kepala SMP swasta di Sragen merasa cemas bila dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tidak memperoleh siswa. Mereka bahkan bakal mengawasi sistem PPDB online di SMP negeri yang saat ini berjalan.

“Sebab pengalaman tahun lalu, masih banyak SMP negeri yang masih menerima siswa setelah PPDB online ditutup,” kata Ketua Forum Komunikasi Kepala SMP Swasta (FKKS) Sragen, Suprapto, Sabtu (25/6).

Suprapto mengungkapkan, banyak kecurangan yang dilakukan SMP negeri untuk menjaring siswa baru. Selain dengan PPDB online secara resmi, pihaknya menemukan ada cara-cara lain yang dilakukan untuk memperoleh siswa.

Di antaranya dengan memanfaatkan kuota KK miskin, mengisi kursi cadangan siswa yang diterima tapi tidak daftar ulang dan menerima siswa titipan lewat belakang. Pihaknya mengingatkan kepala SMP negeri agar tidak menghalalkan segala cara untuk menampung murid sebanyak-banyaknya.

“Tahun lalu banyak SMP yang punya 36 siswa per Rombel (rombongan belajar) padahal aturannya maksimal 32 siswa,” ungkapnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge