0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tawangmangu Jadi Kawasan Pertanian Bawang Putih Andalan

Petani bawang Tawangmangu (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Dua kelurahan dan dua desa di Kecamatan Tawangmangu dikembangkan sebagai kawasan pertanian bawang putih andalan Kabupaten Karanganyar. Empat kawasan tersebut mendapat pemantauan langsung sebagai penghasil bawang putih dari pemerintah pusat.

“Pengembangan pertanian bawang putih terletak di Desa Gondosuli seluas 30 hektare, Desa Tengklik seluas 40 hektare, Kelurahan Kalisoro seluas 40 hektare, dan Kelurahan Blumbang seluas 40 hektare,” kata Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Karanganyar Supram Naryo, Jumat (25/5).

Total ada 150 hektare lahan produksi bawang putih di Tawangmangu yang dipantau langsung dari pemerintah pusat. Produksi komoditas holtikultura di Kabupaten Karanganyar tahun 2015, khusus bawang putih luas lahan panen 114 hektare. Hasil produksi 1.618 ton dengan rata rata 14,2 ton per hektare.

“Empat wilayah itu mendapat bantuan sarana produksi dan budidaya dari Kementerian Pertanian. Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo,” kata Supram Naryo.

Bentuk bantuan berupa sarana budidaya berupa bantuan sepeda motor roda tiga dengan jumlah total 20 unit, pompa air sebanyak 42 unit, spayer electrik 300 unit, dan cultivator 30 unit.

”Sedangkan untuk bawang putih berupa benih bawang putih sebanyak 45 ton, pupuk urea 15 ton, pupuk NPK 45 ton, Pupuk SP 22,5 ton, Pupuk KCL 22,5 ton dan pupuk organik 450 ton,” imbuhnya.

Tak hanya itu, lahan pertanian di Tawangmangu juga dipantau sebagai penghasil jeruk. Yakni seluas 30 hektar di Desa Tengklik. Bantuan yang diberikan berupa 15.000 batang bibit jeruk, dan pupuk. Bupati Juliyatmono mengatakan, lahan pegunungan Tawangmangu diharapkan menjadi penghasil bawang andalan Kabupaten Karanganyar.

”Saya minta untuk dikelola dengan baik. Apalagi dalam sekali tanam dalam setahun, menghasilkan sekitar Rp 300 juta perhektar dengan harga Rp 20 ribu/Kg,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge