0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Anomali Cuaca, Produksi Mete Alami Penurunan

timlo.net/tarmuji
Pengusaha mete (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Produksi mete di Wonogiri selama kurun waktu dua tahun belakangan ini mengalami penurunan. Sehingga berdampak pada tingginya harga mete dipasaran.

“Tahun ini kemungkinan mengalami penurunan sekitar 3-5 persen,” ungkap Kepala Dishutbun, Gatot Siswoyo melalui Kabid Perkebunan, Sriyanto, Jumat (24/6).

Menurutnya, turunnya produksi mete akibat adanya anomali cuaca. Sehingga tanaman mete yang seharusnya berbuah, namun buah tersebut terkena air hujan.

Dia menjelaskan, musim panen mete, biasanya mulai Agustus hingga Desember. Sedang luas areal tanaman mete sendiri sekitar 20.652 hektar tersebar di 25 kecamatan yang ada di Wonogiri, dengan jumlah petani 41.935 kepala keluarga (KK).

“Untuk jumlah produksi mete tahun 2015 lalu sekitar 10.101 ton gelondong kering dengan jumlah rata- rata perhektar 693 kilogram gelondong kering, ” jelasnya.

Sriyanto menjelaskan, musim panen mete hanya terjadi sekali dalam setahun, yakni sekitar bulan Agustus hingga Desember. Untuk mencukupi kebutuhan mete di Wonogiri, terpaksa sejumlah pedagang mendatangkan mete dari luar Wonogiri, semisal Sumbawa, NTB dan Lombok.

” Untuk harga mete dipasaran saat ini berkisar Rp 145 ribu perkilo, untuk kualitas super, kemudian untuk kualitas sedang Rp 125-130 ribu perkilonya,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge