0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ditemukan Kecurangan Gas Melon, Caranya Ditempeli Plat Besi

timlo.net/aditya wijaya
Elpiji 3 KG yang ditempeli tambahan plat besi (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Anggota Komisi VI DPR RI marah besar saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji (SPPBE) di Klaten. Pasalnya, ditemukan dugaan kecurangan penjualan tabung elpiji bersubsidi 3 kilogram dengan cara menambahkan lempengan besi.

“Ada indikasi agen ngakalin (curang) isi tabung gas 3 Kilogram¬† yang disubsidi untuk rakyat kecil justru saat ditimbang isinya enggak sesuai. Ada plat besi di piringannya,” ungkap Anggota Komisi VI DPR RI Endang Srikarti Handayani, Jumat (24/6).

Saat ditimbang, salah satu temuan tabung elpiji yang kosong beratnya mencapai 5,5 kilogram. Semestinya, standar berat tabung kosong hanya lima kilogram. Karena ada tambahan plat besi menyebabkan selisih 0,5 kilogram. Bahkan temuan itu juga ada di armada yang siap mendistribusikan tabung elpiji siap edar.

Menurut anggota Komisi VI DPR RI ini, ditempelkannya lempengan besi oleh pengelola SPPBE yang terletak di Desa Jambu Kulon, Kecamatan Ceper itu sangat merugikan konsumen. Sebab, modus tersebut untuk menambah berat elpiji melon dan mengurangi isi gas. Endang berencana memanggil Dirut Pertamina.

“Itu (elpiji) subsidi diperuntukkan bagi rakyat kecil. Ini tidak sehat, harus dikembalikan kepada agen. Isinya maksimal 3 kilogram, ada yang 2,5 kilogram, kalau sekian rupiah kali sekian tabung, sudah untung berapa. Ini harus ditarik, tidak boleh diedarkan, jangan sampai disalurkan sebelum diperbaiki,” tandas Endang.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge