0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

THR Buruh Masa Kerja Kurang Sebulan Belum Diakomodir

dok.timlo.net/nanin
(Ilustrasi) Buruh pabrik (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Perusahaan di Kabupaten Boyolali ternyata belum mengakomodir pemberian tunjangan hari raya (THR) untuk buruh yang masa kerjanya kurang dari satu bulan. Perusahaan berdalih Permenaker Nomer 06 tahun 2016 tidak mengatur pemberian THR untuk mereka.

“Ini bukti kalau Permenaker kurang sempurna dalam mengatur THR,padahal THR adalah hak karyawan,” kata Kabid Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Boyolali, Joko Santoso, Jumat (24/6) saat melakukan sidak ke perusahaan.

Namun, meski tidak diatur dalam Permenaker, perusahaan mestinya punya inisiatif sendiri untuk tetap memberikan THR bagi buruh yang masa kerjanya kurang satu bulan. Besarnya THR bisa disesuaikan dengan kemampuan perusahaan. Untuk tahun ini, buruh yang masa kerjanya 1 bulan berhak mendapatkan THR.

“Pekerja lepas saja mendapatkan THR, masak yang sudah mengabdi tidak diberi,” imbuh Joko.

Di sisi lain, Manager HR dan GA PT Ecosmart Kecamatan Sambi, Suyamta, mengakui perusahaanya belum mengakomodir pemberian THR untuk buruh yang masa kerjanya kurang dari satu bulan. THR hanya diberikan bagi buruh yang masa kerjanya satu bulan keatas. THR sendiri baru akan dibagikan pada tanggal 29 Juni melalui rekening bank.

“Kita cairkan melalui transfer, biar lebih aman dan selama ini prosedur kita seperti itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Komisi IV DPRD Boyolali, akan terus melakukan monitoring terhadap pembayaran THR bagi karyawan. Komisi bahkan juga membuka Posko pengaduan THR. Komisi juga berharap THR diberikan satu minggu sebelum lebaran.

“Perusahaan wajib memberikan THR kepada karyawanya, bila melanggar maka sanksi denda bakal kita terapkan,” tandasnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge