0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ambrol, Jembatan Santren Dibangun Usai Lebaran

dok.timlo.net/nanin
Jembatan Satren ambrol diterjang banjir (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Pembangunan Jembatan Santren, Desa Mojolegi, Teras, akan dilakukan setelah lebaran. Saat ini, DPU ESDM Boyolali telah melakukan kontrak kerja dengan pemenang lelang CV Central Group. DPU ESDM meminta masyarakat di tiga desa untuk tidak membangun jembatan darurat.

“Tidak perlu dibangun jembatan darurat, sebentar lagi sudah akan kita bangun,“ kata Kepala DPU ESDM Boyolali, M Qodri, Jumat (24/6).

Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat untuk bersabar. Meski harus memutar ke jalan lain untuk menuju ke kota kecamatan Teras. Sementara untuk pembangunan jembatan Santren yang berada di atas Kali Putih, Pemkab telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,143 milliar. Terkait kondisi cuaca, Qodri memprediksi saat pembangunan nanti curah hujan masih tinggi.

“Curah hujan tinggi akan menjadi kendala, tapi kita sudah ingatkan rekanan untuk lebih siap teknis dalam pengerjaan,” tambah Qodri.

Dijelaskan, jangan sampai saat pembangunan jembatan, dinding sungai atau cor hilang diterjang banjir. Kemungkinan besar pembangunan juga akan membendung Kali Putih.

“Resikonya tinggi, rekanan harus memiliki strategi jitu mengantisipasi curah hujan tinggi,” ujarnya.

Jembatan Santren merupakan peninggalan jaman Belanda. Karena usia jembatan yang telah tua, jembatan ini sudah dua kali diterjang banjir. Terakhir terjadi kemarin, usai hujan lebat. Jembatan Santren merupakan akses tiga desa dalam melakukan kegiatan ekonomi.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge