0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diterjang Banjir, Jembatan Santren Putus Total

dok.timlo.net/nanin
Jembatan Santren putus akibat diterjang banjir (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Banjir besar di Kali Putih kembali menerjang jembatan darurat di Dukuh Santren, Desa Mojolegi, Teras, Boyolali. Akibatnya, akses tiga desa di dua kecamatan, Teras dan Mojosongo, terputus. Warga harus memutar di jalur lain yang jaraknya lebih jauh.

“Harus memutar lewat jalan lain, jaraknya 5 kilometer kalau hendak ke Teras,” kata Wiryanto, warga Brajan, Kamis (23/6).

Menurut Wiryanto, jembatan yang putus atau dikenal dengan nama Jembatan Santren, menjadi akses terdekat bagi tiga desa. Tiga desa tersebut meliput, Desa Tawangsari, Desa Mojolegi, Kecamatan Teras, dan Desa Brajan, Kecamatan Mojosongo. Selain itu juga merupakan jalur bagi petani yang hendak menjual hasil panenan.

“Harapan kita jembatan segera dibangun permanen, biar akses warga lebih mudah, kan kasihan anak-anak sekolah,” tambahnya.

Jembatan Santren sendiri sebelumnya pernah ambrol dihantam banjir pada tahun 2015 lalu. Oleh warga, kemudian dibuat jembatan darurat. Namun kali ini, sudah tidak memungkinkan dibuat jembatan darurat, pasalnya pondasi jembatan sudah habis terbawa banjir.

“Ini jembatan jaman Belanda dan belum pernah dilakukan perbaikan,” tambah Walidi.

Sementara itu, Kapolsek Teras AKP Purnomo, mengungkapkan saat kejadian kebetulan tidak ada warga yang melintas. Sehingga dipastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Untuk saat ini, akses jalan menuju jembatan di tutup dengan bambu.

“Kita himbau warga untuk tidak mendekati jembatan, karena air sungai terus mengerus sisi-sisi jembatan,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge