0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lagi, DPRD Boyolali Pergoki Aktivitas Tambang Ilegal

dok.timlo.net/nanin
(dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Aktivitas penambangan ilegal di Kabupaten Boyolali makin tak terkendali. Kali ini, Komisi III DPRD Boyolali kembali memergoki tambang ilegal di Kecamatan Cepogo. Sayangnya, saat tiba di lokasi, aktivitas penambangan sudah sepi. Diduga kedatangan Komisi III dan Satpol PP sudah bocor.

“Tidak hanya di lereng Merapi, ini malah sudah merambah ke perkampungan,” kata Ketua Komisi III DPRD Boyolali, Lambang Saroso, Kamis (23/6).

Dua lokasi penambangan ilegal tersebut berada di Desa Gubuk dan Desa Cabean Kunti, Cepogo. Di Gubuk, tim tidak menemukan penambang. Hanya saja, dari bekas tanah yang digali terlihat masih baru. Selain itu, alat berat back hoe ditemukan tidak jauh dari lokasi penambangan.

“Ini mesinya saja masih panas, kemungkinan baru saja digunakan untuk menambang,” imbuhnya.

Sementara di Desa Cabean Kunti, tim menemukan dua alat berat, satu dalam kondisi rusak sedang diperbaiki sedangkan satunya berada di atas bukit yang ditambang. Di lokasi tersebut, tim sempat bertemu dengan penanggung jawab tambang. Namun, Jarwanto, sang penanggung jawab, pihaknya sudah mengajukan ijin penambangan.

“Ijin masih dalam proses dan belum turun,” ujar Jarwanto.

Apa yang dilontarkan Jarwanto, sempat membuat Komisi III emosi. Pasalnya mereka sudah berani menambang sebelum ijin turun.

Di sisi lain, Kasi ESDM di DPU ESDM Boyolali, Mustajab  mengatakan, kawasan  penambangan di Cabean Kunti masuk dalam wilayah penambangan. Seperti yang termuat dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) . Hanya saja, Bupati Boyolali, Seno Samudro, telah mengeluarkan kebijakan tiga wilayah Selo, Musuk dan Cepogo, penambangan hanya boleh dilakukan secara manual.

“Jadi penggunaan alat berat di larang,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge