0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Curah Hujan Tinggi, Tanaman Tembakau Terancam

dok.timlo.net/tarmuji
Seorang petani tengah merawat tanaman tembakau (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Puluhan hektar lahan tembakau terancam layu menyusul adanya anomali cuaca. Ddi Kecamatan Eromoko, Wonogiri dilaporkan ribuan tanaman tembakau rusak diterjang angin kencang.

“Untuk tanaman tembakau yang masa tanamnya bulan Juni ini bisa saja terancam rusak atau layu karena curah hujan belakangan yang cukup tinggi. Tapi kalau tanaman tembakau yang masa tanamnya Mei lalu kemungkinan tidak terpengaruh dengan anomali cuaca ini,” ungkap Kepala Dishutbun Wonogiri, Gatot Siswoyo melalui Kabid Perkebunan Sriyanto, Kamis (23/6).

Curah hujan yang cukup tinggi belakangan ini menurutnya, dapat mempengaruhi produksi tembakau. Diakui, selain berpengaruh terhadap produksi, cuaca yang tidak menentu juga mempengaruhi kualitas tembakau yang berdampak pada harga tembakau.

“Dari laporan petugas, harga tembakau saat ini untuk tembakau jenis lokal Wonogiri yang masih bentuk daun basah berkisar Rp 6000-Rp 7000 per kilogramnya, sedang tembakau rajang kering Rp 30 ribu perkilonya. Yang jelas harga tembakau berdasar greatnya,” jelasnya.

Dia juga menyebut, areal tembakau di Wonogiri tersebar di 14 kecamatan dengan total luasan 1.212 hektar, terbanyak di Kecamatan Eromoko yakni sekitar 485,86 hektar.

“Kalau untuk kerusakan tanaman tembakau di Eromoko kami belum tau berapa persentasenya, karena kami belum mendapatkan laporan,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Eromoko Danang Erawanto saat dikonfirmasi menyatakan, di wilayahnya ada sekitar 60 ribu batang tanaman tembakau yang rusak diterjang angin kencang beberapa hari lalu. Yakni di Dusun Tanjung, Desa Panekan.

Di Eromoko sendiri, kata Danang, ada sekitar 389 petani tembakau yang tersebar di 11 desa. Tahun lalu, hasil totalĀ  panenan tembakau mencapai 217,8 ton dengan nominal Rp 5.701.259.500,.

“Gara-gara hujan salah “mongso” ini banyak tanaman tembakau yang rusak, bahkan roboh diterjang angin.Padahal sebagian tanaman itu sudah siap petik,ya kerugiannya kalau dihitung jutaan rupiah,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge