0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bela Fahri Hamzah, Mahfudz Siddiq Sentil Pimpinan PKS

Mahfudz Siddiq ©dpr.go.id (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Sejak perseteruan Fahri Hamzah dan pimpinan PKS terjadi, tak ada satu pun kader yang berani membela Fahri. Padahal, saat era Anis Matta, Fahri diketahui memiliki banyak pendukung.

Selama ini seolah Fahri melawan sendiri pemimpin PKS yang dianggap sewenang-wenang. Namun akhirnya, kubu Fahri Hamzah mulai berani melakukan perang terbuka terhadap kubu penguasa di PKS.

Mahfudz Siddiq yang akhirnya berani membela Fahri Hamzah. Dia merasa terusik dengan komentar Ketua DPP PKS Al Muzzammil Yusuf.

Muzzammil menyebut bahwa partainya lebih kondusif tanpa kehadiran seorang Fahri Hamzah. Pernyataan ini menyulut emosi rekannya di internal PKS, Mahfudz Siddiq.

“PKS lebih solid tanpa Fahri. Merasa lebih baik dan lebih menyatu tanpa dia sekarang,” ujar Muzzamil di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (21/6).

Wakil Ketua Komisi II DPR ini mengatakan, Fahri sudah terlalu jauh berseberangan dengan sikap PKS. Dia kerap membangkang dari perintah elite PKS. Fahri juga awalnya terima dipecat, namun belakangan dia enggan melepas jabatannya sebagai pimpinan dewan.

“Iya kami semua (PKS) sudah sepakat (pemecatan Fahri). Bahkan dia sendiri sudah oke, pada awalnya, tapi di tengah jalan, dia berubah, makanya kami berikan teguran, peringatan hingga pemecatan,” tegasnya.

Sehari setelah mendengar itu, Mahfudz Siddiq langsung menyentil Muzzammil. Menurut dia, komentar Muzzammil membuktikan niat aslinya dari polemik kasus pemecatan Fahri Hamzah. Menurut dia, memang sejak awal Muzzammil salah satu orang yang berniat ingin menyingkirkan Fahri Hamzah.

Mahfudz juga menjadi salah satu ‘korban’ penguasa PKS pimpinan Sohibul Iman saat ini. Setelah tak lagi jadi Wasekjen, Mahfudz juga dipindah dari Ketua Komisi I DPR jadi anggota Komisi IV DPR.

“Ocehan Muzzammil ini menunjukkan niat aslinya. Memang sejak awal niatnya mau singkirkan Fahri Hamzah,” kata Mahfudz dalam pesan singkat, Rabu (22/6).

Mahfudz menilai, ucapan tersebut menegaskan bahwa menurut Muzzammil, Fahri Hamzah adalah sumber masalah dan mengganggu kebaikan serta soliditas PKS. Lalu ketika ada pergantian kepemimpinan, lanjut dia, muncul pikiran sementara pihak di dalam PKS untuk menyingkirkan Fahri dari berbagai posisinya.

“Alasan untuk itu dicari-cari kemudian. Karena Fahri tidak terima begitu saja, lalu mereka ambil keputusan pemecatan,” kata Mahfudz yang diketahui memang dekat dengan Fahri Hamzah.

Dia sangat menyesalkan komentar Muzzammil tersebut. Menurut dia, Muzzammil juga bisa dibilang tidak mencerminkan sikap PKS yang santun dan partai dakwah.

“Apalagi ini bulan Ramadan. Mestinya sebagai ketua di DPP, Muzzammil menunjukkan contoh teladan bagaimana menghiasi suasana bulan Ramadan dengan ucapan yang baik dan sejuk. Saya tahu kok banyak kader di bawah masih bertanya-tanya tentang masalah ini dan mereka tidak nyaman dengan berbagai instruksi DPP dalam menyikapi persoalan Fahri Hamzah,” terang Mahfudz.

Mahfudz juga mengingatkan, pada saat PKS didera masalah korupsi kuota impor daging sapi yang membelit mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq, Fahri Hamzah yang paling depan membela.

“Waktu Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq berurusan dengan KPK atas dugaan korupsi kuota impor daging sapi, Fahri Hamzah yang paling depan membela LHI dan PKS, dengan risiko dicemooh banyak pihak karena dinilai melawan KPK. Lha saat itu mana suara Muzzammil Yusuf? Kader dan masyarakat tahu itu semua,” terang dia.

Anggota Komisi IV DPR ini menyarankan Muzzammil tidak perlu berkomentar sana-sini soal Fahri Hamzah. Biarkan proses hukum yang menyelesaikan. Ketika 5 petinggi PKS yang digugat Fahri menolak mediasi (islah), kata dia, artinya urusan ini diselesaikan lewat jalur hukum positif. [tyo]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge