0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kelengkapan Label Makanan Masih Jadi Masalah

timlo.net/ichsan rosyid
Kasi Pengawasan Disperindag Solo, Sri Hening Widyastuti memeriksa makanan yang dijual di Pasar Gede, Rabu (22/6) (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Makanan tanpa label masih banyak beredar di pasar-pasar tradisional. Demikian hasil inspeksi mendadak yang digelar Pemerintah Kota Solo di Pasar Gede, Selasa (22/6). Meski dalam Peraturan Pemerintah No 69 tahun 1999 jelas diatur tentang kewajiban memberi label untuk makanan kemasan, praktek di lapangan menunjukkan masih banyaknya pelanggaran.

“Masih banyak yang belum mencantumkan label sama sekali. Ada juga yang sudah diberi label tapi belum ada tanggal kedaluarsanya,” kata Kasi Pengawasan Disperindag Solo, Sri Hening Widyastuti di sela-sela sidak.

Pencantuman label sangat penting agar informasi tentang produk makanan bisa diketahui konsumen. Label harus memuat informasi penting seperti produsen makanan, tanggal produksi, nomor ijin, serta tanggal kedaluarsa. Padahal informasi tersebut penting bagi konsumen agar terlindung dari makanan yang tidak layak konsumsi.

“Kami minta kepada para pedagang agar tidak lagi mengambil barang yang seperti ini sebelum labelnya lengkap,” kata dia.

Diakuinya, kelengkapan informasi produk memang menjadi permasalahan yang rutin ditemui setiap sidak. Meski telah diingatkan berulang kali, pedagang masih saja menjual produk-produk bermasalah.

“Alasannya, produk-produk itu permintaannya tinggi. Tapi sebenarnya kalau pedagang tidak menjual, masyarakat juga tidak akan mencari,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge