0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ngamen di Bangjo, Tujuh Anak Punk Digaruk

ist
Satpol PP dan Sabhara Polres Klaten razia PGOT (ist)

Klaten — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Klaten bersama Polres Klaten menggelar operasi gabungan cipta kondisi Ramadan, Selasa (21/6). Mereka menyasar pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) yang biasa mangkal di sejumlah traffic light wilayah Kota Klaten.

“Operasi ini untuk menegakkan Perda No 13 tahun 2011 tentang Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3). Pasalnya kami sering menerima laporan masyarakat yang merasa resah dengan keberadaan mereka,” kata Kepala Satpol PP Klaten, Slamet Widodo, Selasa (21/6).

Dalam operasi itu, pihaknya menggelandang tujuh anak jalanan yang berdandan ala anak punk. Mereka diamankan saat mengamen di lampu merah Bendogantungan, Kecamatan Klaten Selatan.

Meski demikian, dia mengaku PGOT seperti tidak ada habisnya walau sudah dilakukan razia secara rutin. Saat didata di Kantor Satpol PP Klaten, beberapa dari anak punk tersebut merupakan muka-muka lama yang pernah terjaring razia serupa. Setelah didata, mereka akan dikirim ke Rumah Singgah Dinsosnakertrans Klaten di Jogonalan, dan panti sosial di Surakarta untuk dilakukan pembinaan.

“Yang laki-laki ada lima orang akan kami kirim ke rumah singgah. Sedangkan dua yang perempuan dikirim ke panti sosial di Solo.

Sementara, Kepala Bidang Operasional (KBO) Satuan Sabhara Polres Klaten, Iptu Warso mengungkapkan, selain meresahkan masyarakat setempat, keberadaan anak punk di lampu merah juga dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas.

“Berdasarkan rekomendasi Satuan Lalu Lintas, mereka kerap kali kedapatan mengamen di depan kendaraan yang berhenti di traffic light. Padahal lampu telah berubah hijau,” ungkapnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge