0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dua Kades Lereng Merapi Mau Mundur, Ini Saran Camat Selo

Camat Selo, Wurlaksono (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Dua Kades di Lereng Merapi, Kecamatan Selo, Boyolali yang mengajukan pengunduran diri, diminta untuk mempertimbangan kembali rencana pengunduran mereka. Kedua Kades yang mundur, Kades Klakah Haryono dan Kades Tlogolele Widodo.

“Saran saya untuk dipertimbangkan kembali, ini hasil konsultasi saya dengan BPD,” kata Camat Selo, Wurlaksono, Selasa (21/6).

Pihaknya menduga pengunduran diri kedua kades didasari emosional tinggi atau kemrungsung tanpa mempertimbangkan dampak ke depannya. Pihaknya juga meminta BPD, RT/RW membantu pemerintah desa agar masyarakat lebih kondusif. Terkait pengunduran dua Kades karena masalah penambangan, Camat enggan menanggapi. Karena hal itu diluar kewenangan camat.

“Selama belum ada keputusan dari bupati, pelayanan di desa harus terus berjalan,” tambahnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Kabag Pemdes Setda Boyolali,Arief Wardianta. Ia berharap dua Kades tersebut tetap bekerja sebagaimana mestinya sebelum ada keputusan dan hasil akhir kajian atas permohonan pengunduran dirinya. Saat ini pihaknya masih melakukan kajian, termasuk dampak yang muncul terutama terhadap pengelolaan keuangan desa.

“Misalnya kalau desa baru mendapatkan dana desa, kalau kades mundur, siapa yang akan mengerjakan, kan ya tidak bisa mundur begitu saja,” tambahnya.

Terpisah, Kades Tlogolele, Widodo tetap bersikukuh mundur dari jabatanya. Meski diakui Camat Selo nggondheli. Widodo mengungkapkan pihaknya selama ini tidak pernah terlibat masalah dengan warga atau mendapat intimidasi dari penambang. Hanya saja, kondisi penambangan sudah sangat parah, termasuk tanah kas desa dikeruk dengan back hoe. Widodo berharap bupati menyetujui pengajuan pengunduran dirinya tersebut.

“Alasan utama saya selain penambangan juga keluarga,” pungkasnya

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge