0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penambangan Ilegal, Investor Besar Tipu Gubernur

dok.timlo.net/nanin
Penambangan Galian C lereng Gunung Merapi (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Kebijakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang hanya memberikan ijin bagi penambang manual di kawasan Lereng Merapi, ternyata dimanfaatkan para investor bermodal besar. Mereka memodali kelompok penambang rakyat agar tetap bisa melakukan penambangan di Kali Apu.

“Ironis sekali kan, penambang manual banyak dimanfaatkan investor besar,ujung-ujungnya nanti penambangan pakai alat berat,Gubernur kan sudah tertipu ini,” kata Ketua Komisi 3 DPRD Boyolali, Lambang Sarosa, Selasa (21/6).

Dijelaskan, dari 13 kelompok penambang rakyat yang sudah terbentuk dan sedang mengajukan ijin ke provinsi, ternyata 10 kelompok dimodali investor besar. Tragisnya, mereka justru berasal dari luar Boyolali, seperti Wonosobo dan Magelang.

“Saat ini gubernur menolak untuk menandatanggani perijinan,” tambahnya.

Kondisi maraknya penambangan liar ini, Komisi III mendesak supaya Gubernur dan Kapolda serta pihak terkait segera memberikan penanganan serius. Lambang menegaskan, situasi di lereng Merapi saat ini sudah memerlukan penanganan khusus.

“Harapan kami Pemprov dan Kapolda turun tangan segera,” pungkasnya.

Terpisah, Kasi ESDM di DPU ESDM Boyolali, Mustajab, mengungkapkan, informasi yang diterimanya menyebutkan saat ini setidaknya ada 18 alat berat yang dioperasikan hanya di kawasan Kali Apu saja.

“Mereka semua ilegal,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge