0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tolak SAA, Warga Gelar Buka Puasa Bersama di Jalan

dok.timlo.net/ichsan rosyid
Aksi penolakan Sistem Satu Arah (SAA) di Jl Radjiman, depan Pasar Kabangan (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Aksi penolakan Sistem Satu Arah (SAA) di kawasan Laweyan, Solo kembali digelar sejumlah warga untuk keenam kalinya, Senin (20/6). Setelah beberapa waktu lalu aksi diselenggarakan pagi hari di dekat Sabar Motor, warga kini menggelar aksi dengan buka bersama di Jalan Radjiman, di depan Pasar Kabangan. Aksi tersebut ditutup dengan Salat Maghrib berjamaah di jalan.

“Kami gelar di sini karena permintaan sebagian pedagang Pasar Kabangan agar tidak hanya di Ttmur terus,” kata koordinator aksi, Muhammad Ali.

Dalam aksi tersebut, ratusan warga kembali menyuarakan penolakan mereka atas penerapan SSA di Jalan Radjiman, Jl Perintis Kemerdekaan dan Jl Agus Salim. Mereka menilai penerapan SSA merugikan perekonomian masyarakat dan menimbulkan banyak kecelakaan.

Salah satu peserta aksi, Cici mengungkapkan, sejak diterapkan SSA di tiga jalan tersebut, penjualan di Pasar Kabangan menurun. Meski sudah berangsur pulih, tingkat penjualan saat ini belum menyamai kondisi pada saat belum diterapkan SSA.

“Yang jadi keberatan kami terutama karena banyakk kecelakaan. Sudah sering sekali di depan pasar,” kata wanita yang juga berjualan di Pasar Kabangan itu.

Aksi tersebut diwarnai dengan penyerahan bantuan kepada korban banjir berupa alat-alat masak, gentong plastik serta uang sejumlah Rp 550 ribu yang disalurkan melalui SAR Juba Rescue Binaan Muhammad Ali. Bantuan tersebut merupakan hasil patungan para pedagang Pasar Kabangan.

“Memang tidak seberapa, tapi kami harapkan bisa bermanfaat untuk korban. Mungkin bisa untuk dapur umum,” kata Cici.

Penerapan SSA di kawasan Laweyan sejak awal memang menuai protes dari sebagian warga. Berawal dari posko penolakan SSA di Jalan Samanhudi, aspirasi warga kemudian disalurkan melalui aksi-aksi doa bersama dengan menutup Jalan Radjiman di malam hari. Namun dalam dua hari terakhir, aksi digelar di pagi atau sore hari karena mendapat teguran dari kepolisian.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge