0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Janji Walikota kepada Warga Terdampak Sky Bridge

dok.timlo.net/ichsan rosyid
Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo menemui warga di ruang tunggu vip terminal tirtonadi menyusul adanya penolakan dari warga atas pembangunan sky bridge yang menghubungkan Terminal Tirtonadi dan Stasiun Balapan (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo mengimbau warga agar tidak risau dengan pembangunan sky bridge melintas di perkampungan mereka. Pasalnya, pembangunan jembatan penghubung intermoda antara Terminal Tirtonadi dan Stasiun Balapan itu sudah melewati kajian yang matang.

“Semuanya sudah dipikirkan. Sebelum membangun kan sudah ada kajian Analisi Dampak Lingkungan (Amdal). Kalau ada hal-hal lain, akan kita pertimbangkan sebagai masukan,” kata Walikota  FX Hadi Rudyatmo kepada warga di acara Sosialisasi Pembangunan Sky Bridge, di Ruang Tunggu VIP Terminal Tirtonadi, Senin (20/6) malam.

Menanggapi kekhawatiran warga tentang privasi dan kebersihan, Walikota menerangkan, hal itu sudah dipertimbangkan dalam desain sky bridge. Jembatan sepanjang sekitar 430 meter itu nantinya akan dilengkapi pagar setinggi badan. Dengan demikian, pengguna jembatan tidak dapat melongok ke bawah sehingga tidak mengganggu privasi warga. Selain itu, nantinya jembatan itu akan dikelola secara intensif.

“Jadi tidak kita bangun terus dibiarkan begitu saja. Nanti ada yang menjaga supaya orang tidak buang sampah ke bawah termasuk puntung rokok,” kata dia.

Mengenai keluhan salah satu warga tentang tidak adanya papan peringatan pengerjaan proyek serta minimnya penerangan di sekitar kawasan pembangunan, ia berjanji hal itu akan segera diatasi.

“Ini jadi masukan untuk pelaksana proyek. Kita minta agar diberi penerangan supaya tidak membahayakan,” kata dia.

Lebih jauh Walikota meminta warga tidak terlalu mengkhawatirkan dampak ekonomi. Menurutnya, hal itu sudah dipertimbangkan dalam perencanaan pembangunan. Nantinya, akan diperhitungkan kerugian materil yang ditimbulkan akibat pembangunan jembatan layang untuk pejalan kaki itu.

“Misalnya ada yang punya toko jadi tidak bisa buka karena ada proyek ini, akan kita hitung kerugiannya berapa. Nanti diganti,” ungkapnya kepada warga.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Solo, Yosca Herman Sudrajat juga meminta agar warga mendukung proyek tersebut. Dengan adanya sky bridge, diharapkan perekonomian Solo khususnya bagian utara dapat terdongkrak. Selain itu, pembangunan sky bridge juga ditujukan untuk kepentingan yang lebih luas yaitu kelancaran transportasi yang dinikmati masyarakat dari berbagai daerah.

“Apalagi ini waktunya sangat singkat. Hanya tujuh bulan. Maka dari itu, kami  mohon dukungan dari warga,” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge