0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Berburu Kuliner di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon

Kampung Ramadhan di seputaran Masjid Mlinjon (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Setiap sore menjelang berbuka puasa, Kampung Ramadan di sepanjang jalan seputaran Masjid Mlinjon, Kelurahan Tonggalan, Kecamatan Klaten Tengah, diserbu pengunjung. Aneka hidangan takjil hingga berbagai kuliner khas Ramadan yang menggoda selera ditawarkan puluhan stan makanan yang berjajar rapi di sepanjang Jalan Bayangkara dan Jalan Melati tersebut.

Para pedagang sudah mulai menggelar lapak dagangannya sejak pukul 14.00 WIB. Menjelang waktu berbuka alias ngabuburit, jalanan semakin macet lantaran penuh sesak para pembeli yang mengendarai sepeda motor dan mobil yang terparkir di pinggir jalan.

“Tahun ini ada sekitar 75 stan yang ambil bagian di Kampung Ramadan Masjid Minjon. Mereka menyajikan aneka masakan, lauk pauk, aneka makanan ringan sampai minuman segar untuk berbuka puasa,” ujar salah seorang pengurus Masjid Mlinjon, Eko Hari Mursanto.

Kampung Ramadan Masjid Mlinjon merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggatakan oleh Takmir Masjid Mlinjon dan Remaja Islam Masjid (RIM) Mlinjon sejak tahun 2010. Tujuannya untuk menghidupkan ekonomi masyarakat setempat serta memudahkan pengunjung untuk mencari menu berbuka maupun sahur.

“Alhamdulillah, sejak tujuh tahun lalu sampai sekarang Kampung Ramadan ini semakin ramai dan jumlah pedagangnya semakin banyak. Menu makanannya beraneka ragam mulai dari Gudeg Jogja, Nasi Padang, Coto Makassar, dan Empek-empek Palembang juga ada. Yang terpenting harganya terjangkau bagi masyarakat,” beber Eko.

Pedagang sate kere, Slamet mengaku setiap kali memasuki bulan puasa dia pindah berjualan di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon. Setiap harinya dia menjajakan 20 kilogram sate yang terbuat dari tempe gembus tersebut dengan mematok harga Rp 2.000 per tiga tusuk.

“Saya sudah 23 tahun berjualan sate kere. Selain sate kere, saya juga jualan sate lemak sapi, sate koyor sapi, dan brambang asem krokot,” ujar Slamet yang diluar bulan puasa berjualan di daerah Merbung, Kecamatan Klaten Selatan.

Sedangkan Iis (34) menuturkan, sudah lima kali ikut serta menggantungkan rejeki di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ia menjajakan lauk-pauk makanan khas Padang.

“Kebetulan ada keluarga yang berasal dari Padang. Saya awalnya diajak tapi karena menguntungkan ya saya jadi ikut terus,” tutur perempuan asal Kelurahan Tonggalan itu.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge