0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PPDB SD, Sekolah Dilarang Tarik Pungutan

Sekretaris Dikpora Solo, Aryo Widyandoko (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Solo melarang SD Negeri menarik pungutan kepada siswanya. Bila terbukti manarik pungutan, SD bersangkutan akan mendapatkan sanksi.

“Larangan itu sesuai Permendikbud No. 44 Tahun 2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan,” jelas Sekretaris Dinas Dikpora Solo, Aryo Widyandoko kepada wartawan, di Solo, Senin (20/6).

Untuk SD negeri, menurut Aryo, sudah ada Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sehingga dilarang untuk menarik pungutan. “Kalau terbukti ada yang meminta pungutan, maka sanksi akan kami berikan. Sanksi bisa saja dalam bentuk indisipliner PNS,” jelas Aryo.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Pendidikan Dasar dan Anak Usia Dini (AUD) Dinas Dikpora Kota Surakarta, Rita Nirbaya mengatakan, memang perlu dibedakan antara sumbangan dengan pungutan. Untuk pungutan, besarannya disesuaikan dengan sekolah dan sifatnya bisa jadi paksaan. Sedang untuk sumbangan itu sekarela dari walimurid dan bayarnya tidak dibatasi waktu.

Menurut Rita, untuk pendaftaran peserta didik baru jenjang SDN sudah dibuka mulai Senin (20/6 hingga Rabu (23/6) mendatang di masing-masing sekolah. Dan tanggal 24 Juni merupakan pengumuman.

Persyaratan masuk SD berusia 7 tahun wajib diterima, sedangkan untuk usia 6 tahun tetap boleh untuk mendaftar. Kuota per kelas maksimal 32 orang. Jarak rumah dengan tempat tinggal juga menjadi pertimbangan. “Khusus kuota Keluarga Miskin (Gakin) untuk SD tidak diatur berapa persen,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge