0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diunggah di Facebook, Tujuh Remaja Ditangkap karena Pesta Seks?

Postingan kasus penangkapan tujuh remaja di Ngadirojo (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Paska penangkapan tujuh remaja oleh jajaran Polsek Ngadirojo, di Dusun Gembleb Desa Kerjo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri ternyata mmebikin heboh di media sosial, khususnya grup facebook lokal Wonogiri. Parahnya, di postingan di laman facebook tersebut tertulis jika mereka ditangkap warga lantaran tengah pesta seks.

“Ini tidak benar, saya sama sekali tidak pernah mengeluarkan statement seperti itu, itu hoax,” ungkap Kapolsek Ngadirojo AKP Budiyono mewakili Kapolres Wonogiri AKBP RR Rumondor, Senin (20/6).

Diakui, jika dirinya telah mengamankan tujuh remaja berdasar laporan warga. Dirinya pun mengaku kaget, ketika di dalam akun facebook, ada beberapa foto anggotanya tengah mengamankan tujuh remaja itu diunggah dalam laman grup facebook. Bahkan lengkap dengan keterangannya, seolah-olah postingan itu dikeluarkan oleh jajaran kepolisian.

“Soal bekas kondom yang jumlahnya 18  itu juga ngaco,” katanya.

Sementara itu, Kadus setempat mengaku kaget dengan kabar yang tersiar dilaman grup facebook Wonogiri itu. Bahkan dengan tegas menampik isu tersebut.

“Saya saksi kedua setelah guru TK, dan saat saya tiba di lokasi saya melihat mereka hanya duduk-duduk di atas tikar, tapi memang di sekitar lokasi itu banyak sampah,” ujar Kepala Dusun (Kadus) Gembleb, Desa Kerjo Kidul, Ngadirojo, Gianto..

Di dalam laman facebook itu, terdapat beberapa foto penangkapan tujuh remaja dan juga situasi lokasi. Parahnya, di salah satu foto diberi judul mengerikan, yakni para remaja itu dituduh sebagai pelaku pesta seks yang berhasil ditangkap warga.

“Itu tidak benar, soalnya di lokasi kejadian itu saya tidak melihat adanya bekas kondom atau celana dalam seperti apa yang tertulis di facebook itu,” jelasnya.

Menurutnya, kabar yang diposting di facebook hanya kabar bohong belaka. Pasalnya, pelaku yang diamankan hanya tujuh orang, dua perempuan sedang lima lainnya lelaki. Sedang di laman facebook itu, tertulis delapan pelaku, tiga diantaranya perempuan dan lima lainnya lelaki.

Bahkan, sebelumnya terjadi peristiwa itu, tepatnya Minggu(19/6) malam sekitar pukul 21.00 WIB, dia sempat melintas di jalan depan sekolah TK itu, dimana kondisi TK sunyi tidak ada gerombolan remaja tersebut.

Namun begitu paginya atau Senin (20/6) pagi, dirinya mendapat telepon dari salah satu pengelola TK, yang intinya resah dengan keberadaan para remaja yang berada di teras sekolah itu.

“Nah, sekitar pukul 06.00 WIB saya datang ke TK, dan saya minta mereka untuk pergi dari sini. Bukannya lekas pergi tapi mereka dengan santainya malah bikin kopi dan nongkrong,” katanya.

Gianto pun tak mau terjadi amuk massa, maka untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk itu, melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Ngadirojo.

“Untuk identitas diri mereka, saya tidak tahu, tapi yang saya tau ada dua remaja yang berasal dari Dusun Kepek dan Watu Gede Desa Kerjo Kidul,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge