0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Indonesia Tembak Kapal Nelayan China

merdeka.com
ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Angkatan laut Indonesia dilaporkan menembak kapal nelayan berbendera China. Kementerian Luar Negeri China melaporkan jika seorang kru kapal mengalami luka-luka.

Menurut mereka, insiden penembakan kapal ini dinyatakan sebagai konfrontasi ketiga kalinya Indonesia pada tahun ini, menyusul ketegangan regional yang semakin meningkat di Laut China Selatan.

Dikutip dari The Guardian, Senin (20/6), Angkatan Laut Indonesia sendiri menyatakan pihaknya melepas tembakan peringatan kepada kapal berbendera China, yang ditenggarai mengambil ikan secara ilegal di wilayah perairan Natuna. Meski demikian, bertolak belakang dengan pernyataan Kemlu China, mereka menyebutkan tidak ada korban luka akibat insiden ini.

Indonesia sendiri bukanlah bagian dari sengketa regional Laut China Selatan yang sebagian besar jalur utamanya diklaim Beijing. Namun, secara tegas Indonesia menyebutkan keberatan dengan masuknya kapal nelayan China ke perairan Natuna.

Dalam akun Twitternya, Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Susi Pudjiastuti menyebutkan penembakan yang terjadi sudah sesuai prosedur.

“TNI AL sudah betul menjaga kedaulatan laut kita beserta isinya. Penembakan itu pasti sudah sesuai prosedur. Jalesveva Jayamahe,” cuit dia dalam akun @susipudjiastuti.

Sementara itu, China mengakui kedaulatan Indonesia di wilayah Natuna. Meski demikian mereka mengatakan insiden penembakan terjadi di wilayah tumpang tindih, hanya dekat dengan Natuna, namun masih di wilayah klaim Beijing di Laut China Selatan.

Kemarin, Kemlu China mengumumkan kapal nelayan mereka ditembak dan tujuh awak kapal ditahan Angkatan Laut Indonesia.

“Hari ini, Minggu 19 Juni 2016, sebuah kapal nelayan milik China ditembak dan tujuh kru didalamnya ikut menjadi korban. Penjaga pantai Beijing telah menyelamatkan yang terluka dan sudah dibawa ke pulau selatan China di Provinsi Hainan untuk mendapatkan perawatan intensif,” kata juru bicara Kemlu China Hua Chunying dalam situs resmi mereka.

[ard]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge