0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Menjelang Lebaran, Harga Kedelai Melonjak Tajam

kedelai (dok.timlo.net/)

Timlo.net — Sejumlah pelaku industri tahu rumahan di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur mengeluhkan kenaikan harga kedelai sejak awal Ramadan. Hal ini mengakibatkan omzet produsen tahu menurun hingga 30 persen.

Salah satu pengusaha tahu di Desa Gangbaru, Kecamatan Tamanan, Bondowoso, Jakfar, mengatakan usaha produksi tahu yang ditekuninya sejak bertahun-tahun kini mengalami penurunan omzet dibanding saat hari-hari biasa sebelum Ramadan.

“Omzet usaha tahu saya memang menurun drastis. Karena harga kedelai naik dari harga sebelum memasuki Ramadan Rp 6.000 per kilogram, naik menjadi Rp 6.600 per kilogram,” ucapnya, Minggu (19/6).

Dia mengemukakan, selain kenaikan bahan baku kedelai sebagai bahan pembuatan tahu, secara bersamaan harga minyak goreng biasa juga naik menjadi Rp 10.800 per kilogram dibanding sebelumnya harga minyak goreng Rp 8.500 per kilogram.

Dalam setiap harinya pengusaha tahu tersebut membutuhkan minimal 50 liter minyak goreng untuk menggoreng tahu. Dan pengusaha tahu, sejak harga kedelai dan minyak goreng naik, mengurangi produksi dari 20.000 potong per hari menjadi 9.600 potong.

“Kami berharap pada pemerintah bisa menstabilkan harga khususnya komoditas kedelai dan juga minyak goreng. Karena kedelai merupakan kebutuhan pokok para pelaku usaha tahu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Usaha Dagang (Kabid UP) pada Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso Suhartono mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak atas kenaikan harga kedelai. Sebab, kebanyakan kedelai berasal dari impor.

“Untuk kedelai memang seringkali naik ketika menjelang dan selama Ramadan. Karena komoditas tersebut selain banyak dari impor, kedelai lokal sangat terbatas sehingga harganya naik,” tuturnya.

Suhartono menjelaskan, kenaikan harga kedelai sudah menjadi tradisi tahunan menjelang hingga selama Ramadan. Selain stok kedelai lokal sedikit, juga disebabkan konsumsi tahu maupun tempe pada bulan puasa bertambah dan meningkat, sehingga stok menjadi menipis.

“Jadi konsumsi tahu dan tempe meningkat lantaran di bulan Puasa biasanya mengonsumsi satu potong, sekarang meningkat hingga tiga potong,” tambahnya.

[bim]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge