0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Stok Daging Mencukupi, Tak Perlu Impor Daging Beku

dok.timlo.net/nanin
Pedagang daging sapi (dok.timlo.net/nanin)

Karanganyar – Pasokan daging beku impor tidak akan memasuki pasar tradisonal di kabupaten Karanganyar. Pasalnya, pasokan daging sapi lokal yang dipotong di tiga lokasi penyembelihan di Karangpandan, Karanganyar dan Gondangrejo sudah mencukupi.

“Karanganyar tidak ada pasokan daging beku. Kalau Solo bisa jadi mungkin, karena termasuk kota besar. Kebutuhan untuk hotel dan restoran juga besar. Namun tidak sampai masuk ke Karanganyar,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Sumijarto, Sabtu (18/6).

Pemerintah mengimpor daging beku yang dipasok ke pasar tradisional untuk mencukupi kebutuhan daging sekaligus diharapkan bisa menurunkan harga daging. Namun hanya sampai ke kota besar saja, tidak sampai ke kota pinggiran atau kota kecil.

“RPH Karangpandan untuk kebutuhan di wilayah atas seperti Tawangmangu, Karangpandan dan Matesih. Kemudian RPH Karanganyar untuk wilayah kota, seperti di pasar Jungke, Tegalgede, Jaten dan juga dipasok ke wilayah selatan seperti Jatipuro dan Jumapolo,” kata Sumijarto.

Untuk RPH Godangrejo yang paling besar, biasanya bisa dipotong sampai 4-5 ekor untuk memasok ke wilayah Gondangrejo hingga Boyolali dan juga wilayah Sragen seperti Gemolong. Bahkan juga untuk memasok kebutuhan daging di pasar tradisional Solo Kota.

“Karena pasokan lokal cukup, maka rasanya tidak mungkin sampai ada daging beku. Kecuali untuk pasokan khusus, bisa jadi. Namun untuk pasar tradisional tidak ada. Malah saat ini kebutuhan daging cenderung menurun, kecuali nanti menjelang lebaran baru ada kenaikan lagi,” kata dia.

Daging beku sendiri memang dijual lebih murah sampai sekitar Rp 70.000 perkilogram. Namun demikian bagi masyarakat di wilayah Solo Raya, akan pikir-pikir. Sebab biasanya kehalalan proses penyembelihannya dipertanyakan.

Untuk harga daging di pasar tradisional sendiri sampai saat ini belum ada perubahan signifikan. Untuk daging kualitas bagus masih dijual Rp 100.000. Untuk kualitas sedang dijual Rp 90.000. Masyarakat biasanya memilih mengkonsumsi thethelan atau balungan seharga Rp 20.000 atau Rp 25.000 perkilogram.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge