0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Usir Wartawan, Ahok Dikecam AJI

dok.merdeka.com
Ahok usir wartawan (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Kemarahan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok pada jurnalis media online mengundang reaksi keras dari sejumlah pihak. Tak terkecuali Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta.

Ketua AJI Jakarta Ahmad Nurhasim mengecam sikap Ahok yang melarang jurnalis media online masuk ke kantornya untuk melakukan kerja-kerja jurnalistik. Pernyataan dan pengusiran Ahok tidak dapat dibenarkan. Sebab, tindakan itu bertentangan dengan Undang-Undang Pers. Ahok tak berhak melarang atau mengusir wartawan yang menjalankan tugas jurnalistiknya.

Dia menambahkan, Balai Kota merupakan ruang publik, tempat jurnalis melakukan kerja-kerja jurnalistik. Penyataan Ahok itu menunjukkan dia sebagai pejabat publik yang tidak profesional menghadapi jurnalis.

“Sesulit atau senakal apapun pertanyaan jurnalis, bisa dijawab dengan tanpa mengusir jurnalis yang bertanya. Bila Ahok keberatan dengan suatu berita silakan protes ke redaksi media tersebut atau adukan ke Dewan Pers. Jangan mengusir jurnalis yang sedang liputan. Balai Kota juga bukan milik Ahok. Dia bekerja di situ sebagai pejabat publik yang digaji dari pajak rakyat,” kata Nurhasim melalui siaran pers yang diterima merdeka.com, Jumat (17/6).

Bila Ahok mengusir jurnalis dari lokasi liputan, sama saja menghalangi hak publik memperoleh informasi yang benar dan akurat dari Balai Kota. Tindakan itu mengancam kebebasan pers.

Terkait sikap Ahok, AJI Jakarta menyatakan menentang sikap Ahok mengusir jurnalis yang liputan di Balai Kota. Tindakan Ahok mengusir jurnalis menunjukkan dia tidak profesional menghadapi jurnalis. Bila Ahok keberatan terhadap suatu berita silakan ajukan hak jawab dan hak koreksi ke media yang memuat berita tersebut.

Untuk diketahui, pengusiran terjadi saat seorang jurnalis media online bertanya mengenai adanya keterkaitan suap reklamasi dengan aliran uang Rp 30 miliar dari pengembang reklamasi kepada Teman Ahok, melalui Sunny Tanuwidjaja (staf khusus Ahok) dan Cyrus Network. Ahok marah karena menganggap isu itu sengaja ditanyakan untuk menyerangnya. Ahok akan maju lagi dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada Februari 2017.

Ahok menjawab dengan nada keras diikuti pengusiran wartawan. “Saya tidak ada kewajiban menjawab pertanyaan Anda. Saya tegaskan itu, bolak-balik mengadu domba. Pokoknya nggak boleh masuk ke sini lagi, nggak boleh wawancara,” kata Ahok. [noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge