0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sebelum Ramadan, Giarno Sempat Mudik dan Gelar Khitanan

Para pelayat menunggu jenasah Giarno dan keluarga yang baru dalam perjalanan dari Bandara Adi Sucipto Yogjakarta (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri —  Dua minggu lalu, Giarno dan keluarga sempat pulang kampung menjenguk kedua orang tua mereka di kampung halamannya, Dusun Tambakan, Desa Waleng, Kecamatan Girimarto, Wonogiri. Giarno yang berjualan bakso, dibantai secara keji di Lahat, Sumsel, Selasa (14/6 ) kemarin.

“Waktu liburan sekolah bulan Mei kemarin, dia (Giarno) sempat pulang kampung,” ujar warga Waleng, Suwarno Susilo, Sabtu (18/6).

Semenjak tinggal dan menetap di Lahat, Giarno jarang pulang kampung. Hanya saja, setiap Lebaran dapat dipastikan Giarno sekeluarga mudik.

“Kalau tidak salah, bulan Mei lalu, dia pulang dan menggelar hajatan khitanan anak lelakinya yang juga turut jadi korban pembantaian,” jelasnya.

Selain itu, dua minggu yang lalu atau tepatnya sebelum Ramadan ini, Giarno sekeluarga juga pulang kampung namun hanya beberapa hari saja.

“Kebetulan saat itu istri dari kakak kandung Giarno melahirkan, jadi dia pulang lagi untuk menjenguknya ,” katanya.

Dia juga menyebut, saat pulang kampung sebelum Puasa, dirinya sempat bertatap muka dengan Giarno. Bahkan ngobrol seputar pengalamannya di tanah rantau.

“Tak mengira kalau kepergiannya sangat cepat dan sangat tragis, kami sangat berduka,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge