0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Suap, KPK Jadikan Saipul Jamil Tersangka?

Saipul Jamil (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan dugaan suap dalam vonis perkara pencabulan pria di bawah umur dengan terdakwa pedangdut Saipul Jamil yang ditangani Pengadilan Negeri  Jakarta Utara (Jakut). KPK tengah mengamankan empat orang dalam operasi tangkap tangan di Pengadilan Jakarta Utara. Keempatnya adalah Rohadi Panitera PN Jakarta Utara, Samsul Hidayatullah kakak Saipul Jamil, serta dua pengacara Saipul Jamil yakni Bertha Natalia dan Kasman Sangaji.

Selain menangkap empat orang itu, KPK juga mengamankan uang suap sebesar Rp 350 juta. Diduga, penyuapan ini sebagai pemberian pertama terhadap Rohadi yang menjabat Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Uang suap itu juga diyakini bersumber dari Saipul Jamil, hasil penjualan rumahnya di Kelapa Gading.

Saat ini, KPK tengah mendalami apakah penyuapan itu atas dorongan dari Saipul Jamil atau keinginan pihak keluarga. “Itu yang perlu didalami,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo.

Mantan suami Dewi Perssik ini sudah masuk bidikan KPK. Agus mengatakan, dalam kasus ini bukan tidak mungkin Saipul sendiri akan menjadi tersangka. “Dia kan kemungkinan bisa jadi tersangka juga,” ungkap Agus.

Kasus ini terus bergulir, Mahkamah Agung (MA) berencana meminta keterangan majelis hakim yang diketuai oleh Hakim Ifa Sudewi. Majelis Hakim yang menyidangkan perkara Saipul Jamil terdiri dari tiga hakim. Di antaranya adalah Ifa Sudewi selaku ketua majelis sekaligus wakil ketua PN Jakut dan Hasoloan Sianturi sebagai anggota majelis yang juga selaku humas PN Jakut.

“Iya nanti badan pengawas yang bakal melakukan itu (pemeriksaan). Badan pengawas yang meneliti kasusnya,” kata Juru Bicara MA, Hakim Agung Suhadi, saat dihubungi, Jumat (17/6).

Keempat tersangka itu melanggar pasal yang berbeda-beda, Rohadi selaku penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Bertha, Kasman dan Samsul selaku pemberi suap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana

Saipul Jamil sendiri dijerat kasus pencabulan dan dikenakan Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak juncto Pasal 292 KUHP tentang perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur. Dalam sidang dengan agenda penuntutan, jaksa menuntut pedangdut yang biasa disapa Bang Ipul itu dengan tujuh tahun kurungan penjara, namun hakim memvonis tiga tahun.

Untuk diketahui, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Rohadi, Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara di kawasan Jakarta Utara pada Rabu (15/6). Dalam operasi tersebut KPK mengamankan 7 orang dan uang Rp 250 juta dan kemudian digiring ke gedung KPK baru, jalan Kuningan Persada Kav IV, Jakarta Selatan, untuk menjalani pemeriksaan 1 X 24 jam. Selain menemukan Rp 250 juta penyidik KPK menemukan uang Rp 700 juta di mobil Rohadi, panitera PN Jakarta Utara.

OTT ini diduga terkait suap untuk meringankan hukuman yang dijatuhkan kepada Saipul. Saipul didakwa dan dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan pidana penjara 7 tahun dan denda Rp 100 juta atas kasus pelecehan seksual terhadap anak. [noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge