0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Divonis, Ini Komentar Kuasa Hukum Terdakwa Pemerkosaan Bocah SD

Ilustrasi (dok.merdeka.com)

Klaten — Penasihat hukum tiga dari tujuh terdakwa kasus pemerkosaan siswi kelas VI SD di Kecamatan Jatinom menilai vonis yang dijatuhkan Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Klaten terlalu berat. Pasalnya, terdakwa masih berusia anak-anak.

“Putusan ini mengesampingkan Undang Undang Sistem Peradilan Pidana Anak yang mengamanahkan bahwa pidana untuk anak itu yang paling singkat,” kata Philipus Harapenta Sitepu, Jumat (17/6).

Menurut kuasa hukum RG (17), YS (17), dan EG (17) itu, putusan sidang yang dipimpin majelis Hakim Irma Wahyu Ningsih tidak mempertimbangkan aspek perkembangan psikologi terdakwa.

Selain itu, dia menilai kasus yang terjadi pada 11 Mei lalu lantaran kenakalan remaja. Sebab sebagian terdakwa berasal dari keluarga broken home. Apalagi nanti saat menjalani hukuman para terdakwa tidak menempati tahanan khusus anak-anak.

“Kami khawatir vonis 5 tahun penjara itu membuat terdakwa anak-anak ini akan semakin menjadi- jadi kenakalannya. Apalagi tidak ditempatkan di tahanan khusus anak,” ujar Philipus dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Saron Surakarta.

Paska sidang, pihak keluarga dari kliennya sempat menyatakan akan pikir-pikir mengajukan banding atas hasil putusan majelis hakim. Meskipun putusan 5 tahun 6 bulan penjara kepada 4 terdakwa dan 5 tahun penjara untuk dua terdakwa pria lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut hukuman 7 tahun penjara dengan denda masing-masing Rp 60 juta.

“Dari hasil putusan, keluarga ini mengajukan banding. Tapi mungkin itu hanya emosi sesaat. Namun akan kami komunikasikan lebih lanjut,” ucap dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge