0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kejari : Ada Potensi Kerugian Negara Pengelolaan Sunday Market

dok.timlo.net/achmad khalik
Sunday Market Manahan (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Kejaksaan Negeri Surakarta menyebutkan adanya potensi kerugian negara dalam penarikan uang sewa lahan Pedagang Kaki Lima (PKL) Sunday Market Manahan. Kejaksaan pun sejak beberapa waktu lalu sudah turun tangan dengan memanggil sejumlah saksi dari phak paguyuban PKL, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sarana dan Prasarana Olah Raga, serta PKL.

“Dari keterangan saksi-saksi diketahui ada potensi kerugian negara. Kita sudah periksa lebih dari 10 saksi terkait kasus ini,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Surakarta, Didik Djoko Adi Purwoko, Jumat (17/6).

Meski penyelidikan kasus dugaan penyelewengan dana retribusi Sunday Market ini sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu, Kejari belum bisa memastikan adanya unsur pidana. Sejauh ini, penyidikan masih dalam tahap pengumpulan bahan keterangan dari saksi-saksi.

“Belum sampai ke sana, Kita masih terus selidiki,” tuturnya.

Selain Kejari, pihak Inspektorat Kota Solo turut menangani kasus ini. Terkait hal itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Inspektorat dalam hal ini. Penyelidikan dua instansi itu pun berjalan beriringan.

Terpisah, Kepala Inspektorat Solo, Untara membenarkan pernyataan tersebut.

“Setiap pemeriksaan kita koordiinasi. Mana yang sudah diperiksa, yang belum apa. Jadi saling melengkapi,” terangnya.

Awal pekan ini, pihaknya pernah menyatakan, akan menghadapi kendala dalam mengurai carut marut pengelolaan Sunday Market. Sejumlah pedagang yang dipanggil untuk dimintai keterangan mangkir tanpa keterangan. Padahal, pihaknya membutuhkan informasi terkait nilai retribusi yang ditarik oleh pihak Paguyuban selama ini.

“Memang ada informasi yang mengatakan setiap pedagang ditarik Rp 30 – 40 ribu. Tapi sampai sekarang tidak ada buktinya. Jadi kita harus hati-hati betul, tidak bisa kalau hanya katanya, katanya,” terangnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge