0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kampung Batik Laweyan Didorong Go Internasional Melalui Digitalisasi

Pelanggan saat memilih batik (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Pemerintah Kota Solo bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia mendorong agar produk dari  pelaku usaha di Kampung Batik Laweyan dapat go Internasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuat program digitalisasi dan pendampingan usaha.

“Melalui program digitalisasi ini, nantinya produk dari para pelaku UMKM di Kampung Batik Laweyan dapat diakses secara online. Sehingga produknya dapat dijangkau oleh konsumen di penjuru dunia,” ujar Wakil Wali Kota Solo, Ahmad Purnomo kepada wartawan, Jumat (17/6).

Dikatakan dia, program digitalisasi tersebut saat ini menjadi keharusan jika ingin bersaing dikancah global. Karena dalam era masyarakat ekonomi asean (MEA) tidak hanya inovasi produk saja yang dibutuhkan, tapi juga kemudahan akses pasar.

Senada juga disampaikan, Direktur Enterprise and Business Service Telkom Indonesia, Muhammad Awaluddin.  Menurutnya untuk mendorong para pelaku UMKM di era MEA, PT Telkom  telah membuat program digitalisasi yang menyasar kepada pelaku usaha yang ada diberbagai daerah di seluruh Indonesia.

“Untuk memaksimalkan program ini kita tidak hanya akan membuat pelatihan dan pendampingan, tapi juga menyediakan broadband learning center, branding dan kampanye, penyediaan layanan information and communication technology, serta prioritas bantuan modal kepada para pelaku usaha di Kampung Batik Laweyan,”jelasnya.

Dengan adanya program itu, diharapkan produk dari pengrajin di Kampung Batik Laweyan bisa semakin mendunia. Sehingga dapat bersaing diera pasar bebas, khususnya masyarakat ekonomi Asean.

Sementara itu, Ketua paguyuban Kampung Batik Laweyan, Alpha Fabela Priyatmono dalam kesempatan yang sama menyampaikan, dengan adanya program digitalisasi produk UMKM tersebut diharapkan dapat membantu para pengrajin dalam upaya melakukan penetrasi pasar.

“Saat ini sebenarnya sudah banyak para pelaku UMKM yang memanfaatkan system online. Hanya saja memang belum terorganisisr secara baik, oleh karena itu dengan adanya program ini diharapkan dapat meningkatkan akses pasar,” terangnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge