0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tim Terpadu Pergoki Aktivitas Penambangan Ilegal

dok.timlo.net/nanin
Tambang liar (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Tim terpadu yang terdiri dari Komisi 3 DPRD Boyolali, Satpol PP, DPU ESDM dan Polsek Musuk, memergoki aktivitas penambangan galian C ilegal di tiga desa di Kecamatan Musuk. Tim langsung melakukan tindakan tegas dengan meminta alat berat back hoe dan truk keluar dari lokasi penambangan.

“Semuanya harus keluar dari lokasi penambangan sebelum ada ijin, silakan mulai menambang bila sudah berijin,” teriak Ketua Komisi 3 DPRD Boyolali, Lambang Saroso, Jumat (17/6).

Lambang mengaku sangat menyayangkan aktivitas penambangan di lokasi yang jaraknya berdekatan dengan perkampungan penduduk. Pihaknya tidak akan menghalangi aktivitas penambangan, namun harus disertai persyaratan yaitu memiliki ijin dari Pemerintah Provinsi Jateng.

“Kalau tambang ini ilegal jelas masyarakat dan lingkungan yang akan dirugikan,” imbuhnya.

Sidak sendiri dilakukan di tiga lokasi penambangan, yaitu Dusun Dukuh Butuh, Desa Lanjaran; Dukuh Gendulan, Desa Jemowo dan Desa Sukorejo. Dia dua lokasi yang pertama, tim langsung mendapati aksi penambang mengeruk tebing menggunakan begu. Bahkan di lokasi tambang Desa Sukorejo, tim sempat dibuat emosi. Pasalnya, tim menemukan alat berat back hoe ditimbun pasir dan dibiarkan begitu saja. Diduga di lokasi tersebut, sidak bocor.

“Ini masih terlihat jejak-jejak baru penambangan,mereka sengaja meninggalkan setelah tahu ada sidak,” ujarnya.

Di sisi lain, Kades Lanjaran, Sudarto, berkilah kegiatan penambangan sudah mendapat ijin lengkap dari Pemprov Jateng beberapa waktu lalu. Hanya saja saat dicek oleh DPU ESDM, ternyata lokasi penambangan tidak sesuai dengan perijinan.

“Ijinya di Dukuh Doyomartan, Desa Lanjaran, bukan di Dusun Butuh,” tandas Kasi ESDM di DPU ESDM Boyolali, Mustajab

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge