0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bus AKDP Dilarang Digunakan Jemput Pemudik

Terminal Sunggingan Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Lebaran tahun ini, pengusaha bus dilarang menggunakan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) untuk menjemput pemudik ke Jakarta. Larangan tersebut muncul setelah Disbuhkominfo mendapat surat edaran dari Dishub Provinsi Jateng.

“Mulai Lebaran tahun inii dilarang menggunakan bus AKDP untuk menjemput pemudik di Jakarta, bila melanggar akan kita beri peringatan,”kata Kabid Angkutan dan Lalu Lintas Dishubkominfo Boyolali, Sigit Harimulyo, Jumat (17/6).

Diakui, setiap menjelang musim mudik lebaran, pengusaha bus sering menggunakan bus AKDP untuk menjemput pemudik. Biasanya, hal itu dengan dalih program mudik. Dihimbau bila ada program mudik, tetap menggunakan bus AKAP.

“Kita akan lakukan pantauan dan pengawasan,” tambahnya.

Di sisi lain, pihaknya juga meminta pengusaha bus untuk memberikan standar pelayanan bus dengan fasilitas tanggap darurat misalnya fasilitas untuk keamanan dan kenyamanan kendaraan angkutan umum, pemecah kaca, P3K,  dan alat pemadam kebakaran.

“Wajib bagi pengusaha bus untuk memberikan standar pelayanan ke penumpangnya,” imbuhnya.

Sementara itu, selama arus mudik, arus lalu lintas di wilayah Boyolali bakal mengalami kenaikan 5 persen hingga 6 persen atau mencapai 15 ribu perhari. Namun, arus paling padat biasanya terjadi pada H-2, dimana nanti lebih banyak didominasi oleh mobil-mobil pribadi.

“Saat Lebaran justru angkutan penumpang mengalami penurunan,” ungkapnya.

Data di Dishubkominfo Boyolali, untuk kesiapan armada umum dalam melayani angkutan lebaran, Bus AKDP sebanyak 302 unit dengan kapasitas angkuta sebanyak 7.550 kursi per hari, angkutan pedesaan sebanyak 312 unit dengan kapasitas 6.240 kursi per hari, bus pariwisata 63 unit dengan kapasitas angkutan 2.835 kursi per hari, angkutan kota sebanyak 38 unit dengan kapasitas angkut 1.520 kursi per hari dan taksi 95 unit atau 525 kursi per hari.

“Untuk Terminal Sunggingan biasanya hanya untuk transit,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge