0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ditantang Gubernur, Kelompok Tanon Pikir-pikir

timlo.net/aditya wijaya
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat berdialog dengan kelompok pengolahan sampah Tanon Bersih di Desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu, Klaten (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Gubernur Jawa Tengah menantang kelompok pengolahan ‘Tanon Bersih’ di Desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu, Klaten untuk mengolah sampah Pasar Delanggu. Tantangan itu dia sampaikan saat roadshow di Kabupaten Klaten, Rabu (15/6).

“Berani enggak meningkatkan kapasitas pengolahan sampah. Nanti di sini jadi pusat pengolahan sampah Pasar Delanggu,” tantang Ganjar Pranowo, Rabu (15/6).

Jika kelompok pengolahan ‘Tanon Bersih’ berani, pihaknya siap memberikan mesin pencacah sampah dengan kapasitas yang besar. Pasalnya ada alokasi anggaran sebesar Rp 550 juta untuk mendukung kelompok masyarakat desa yang peduli terhadap pengolahan sampah.

“Penanganan masalah ini perlu adanya komunikasi, libatkan pemerintah desa jika memang perlu. Kalau Ponggok ada BUMDes dengan potensi airnya, disini bisa juga BUMDes dengan pengolahan sampahnya. Tugas kita nanti yang mengajari (pengolahan) yang benar,” ujar Gubernur Ganjar.

Menjawab tantangan itu, seorang pengurus kelompok Tanon Bersih, Makmuri, mengaku akan memikirkannya ulang. Sebab pihaknya masih memiliki kendala seperti mesin pencacah sampah yang merupakan aslinya mesin penggiling makanan sapi adalah pinjaman dari desa. Belum lagi soal luas lahan dan kendala lainnya.

“Ini mandiri, sudah 1,5 tahun berjalan. Itu sampah Pasar Delanggu kapasitas per harinya berapa. Perlu pemikiran ulang (jika diolah Tanon). Apalagi ada sampah yang enggak bisa diolah yang itu menjadi masalah. Nah itu kalau kapasitasnya besar, disini malah jadi TPA,” ujar Makmuri.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge