0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harga Mete Mulai Merangkak Naik

timlo.net/tarmuji
Proses pengepakan mete (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Permintaan mete mulai mengalami peningkatan. Untuk mencukupi permintaan mete, beberapa produsen mete di Wonogiri terpaksa mendatangkan mete dari luar Pulau Jawa.

“Peningkatannya hampir 20 persen,” ujar produsen mete asal Desa Tanjungsari Kecamatan Jatisrono, Wonogiri, Andi Subagyo, Rabu (15/6).

Sedang untuk harga, Andi menyebut, tahun ini merupakan harga termahal untuk mete. Sebelum ramadan, harga mete di pasaran hanya berkisar Rp 90 – 100 Ribu per kilogram. Namun saat ini sudah mencapai Rp 110 – 120 Ribu perkilogram.

“Untuk mete kualitas super Rp 130 Ribu perkilonya, ” jelasnya.

Kenaikan harga mete, lantaran terbatasnya stok di pasaran. Selain itu, dipicu dengan naiknya upah tenaga kerja proses pengupasan biji mete.

Peningkatan permintaan ini membuat pihaknya mulai mempersiapkan stok. Bahkan sebelum ramadan dirinya sudah memiliki stok mete melimpah, baik sudah dikupas maupun masih kulitan. Sedang, bulan- bulan seperti ini, di Wonogiri, mete belum memasuki musim panen. Biasanya mete memasuki masa panen antara bulan September -November, setelah dilakukan proses pengeringan, beberapa bulan kemudian baru dijual.

“Untuk memenuhi kebutuhan saat lebaran nanti, kami mendatangkan mete dari Sumbawa, Lombok dan Bima,” katanya.

Dirinya tidak hanya melayani pesanan lokal Wonogiri, namun juga dari luar daerah. Seperti Yogjakarta, Jakarta, dan Bandung.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge