0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Protes Galian C, Warga Masaran Aksi Tutup Jalan

Warga Desa Sepat protes galian C (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Puluhan Warga Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Sragen melakukan aksi penutupan jalan desa sebagai bentuk protes terhadap adanya galian C dan pabrik pemecah batu yang dinilai mengganggu warga. Mereka menuntut adanya kompensasi dari pemilik galian c dan pemborong pabrik pemecah batu kepada warga dan pemerintah desa setempat.

“Yang dipermasalahkan warga sebenarnya ada tiga hal, pabrik pemecah batu, galian C dan dana desa. Warga menuntut adanya kompensasi dari galian C ini yang sampai sekarang tidak jelas,” kata salah satu warga Desa Sepat, Tri Setiawan, Rabu (15/6).

Tri Setiawan menyatakan, sejak dua tahun berjalan praktek galian C milik Suparno, warga Desa Sepat tersebut memang sangat mengganggu warga Dukuh Sarirejo dan Dukuh Pilangbangu, Desa Sepat yang setiap hari terkena dampak debu.

Padahal dulu, dua tahun lalu telah ada kesepakatan antara pihak desa dengan warga agar pemilik galian C member kompensasi sebesar Rp 3.000 setiap ritnya.

“Kalau dihitung-hitung ada sekitar 250 armada yang setiap hari bolak-balik. Kalau diuangkan itu ada Rp 180 juta. Namun uang kompensasi itu tak ppernah ada di Bendahara Desa Sepat,” jelas Tri.

Warga lainnya, Sugiyanto (43), warga Dukuh Sarirejo menuturkan, permasalahan di Desa Sepat tidak hanya masalah galian C, tapi juga keberadaan pabrik pemecah batu yang suaranya sangat bising. Pabrik tersebut selain mengganggu karena beroperasi tidak mengenal waktu, juga akses jalan menuju pabrik, memakan tanah warga dukuh Sarirejo.

“Adanya pabrik pemecah batu itu warga juga tak dikasih tahu. Suaranya bising, jamnya nggak aturan, nggak tahu waktu,” kata Sugiyanto.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge