0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkab Boyolali Inventarisir Perda Bermasalah

dok.timlo.net/nanin
Wakil Bupati Boyolali, Said Hidayat (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Pemkab Boyolali mulai melakukan inventarisir Perda-Perda bermasalah, menyusul bakal dihapusnya 3.143 Perda bermasalah oleh pemerintah pusat. Sejauh ini, Pemkab belum mengetahui ada berapa perda yang bakal dihapus.

“Kita siap lakukan instruksi pusat, ini baru kita inventarisir, kemudian akan kita cek ke pusat, setelah itu baru kita lakukan pembahasan,” kata Wakil Bupati Boyolali, Said Hidayat, Rabu (15/6).

Kabag Hukum Setda Boyolali, Sunarno, menjelaskan, pihaknya saat ini masih melakukan koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menginventarisir Perda bermasalah. Perda bermasalah tersebut sejauh ini yang dianggap menghambat investasi dan mempersulit masyarakat umum.

“Kita sedang rapikan arsip perda yang masih berlaku untuk kemudian diunggah di e-libbary,” tambahnya.

Terkait Perda Miras, Boyolali hingga saat ini belum memilikinya. Saat ini yang sudah ada adalah Perda No.5 tahun 2016 tentang Ketertiban Umum. Dimana mengatur tentang larangan mengedarkan atau menjual minuman beralkohol di tempat umum seperti tempat peribadatan, sekolah, rumah sakit dan atau tempat yang berdekatan dengan tempat tersebut kecuali hotel, bar, restoran yang diizinkan bupati. Perda itu juga melarang mabuk-mabukan di tempat umum, serta memproduksi dan mengedarkan tanpa izin.

“Perda Miras itu lebih pada mengatuur peredaran, bukan menghilangkan atau menghapus,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge