0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Ancam Hentikan Proyek Skybridge, Ini Alasannya

Sebuah alat berat digunakan untuk membuat lubang galian tiang pancang Skybridge di Jl Setiabudi (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo – Warga Cinderejo Kidul, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo bersikukuh menolak proyek Skybridge yang mulai berjalan. Bahkan, mereka mengancam menghentikan proyek yang saat ini tengah berjalan.

“Intinya, kami warga di RT 01/ RW 07, RT01/ RW 09, RT 02/ RW 09 dan RT 03/ RW 09 tetap menolak pembangunan proyek Skybridge,” terang salah seorang warga Cinderejo Kidul, Purnomo (48), Rabu (15/6).

Warga menolak lantaran proyek pembuatan Skybridge yang dilakukan saat ini sangat merugikan. Mereka menginginkan supaya jembatan penghubung antara Terminal Tirtonadi dan Stasiun Balapan Solo tersebut dibangun di Jl Tagore ke timur menyusuri Jl Setiabudi hingga tembus ke Jl S Parman. Bukan melewati Jl Jalak yang notabene jalan kampung.

“Kalau dilewatkan ke sini (Jl Jalak), warga jelas menolak. Pasti, aktivitas akan terganggu, baik langsung ataupun tidak langsung,” tandas Purnomo.

Senada, warga  RT 02/ RW  09, Anik Christiani (45) mengatakan, proses pembangunan tiang pancang dengan menggali Jl Jalak akan berpengaruh bagi usaha yang dia kelola. Penjual warung nasi ini juga mengaku, dalam proses pembangunan Skybridge warga tidak dilibatkan untuk urun rembug atau mendapat sosialisasi dari pihak kontraktor.

“Yang kami tahu, sosialisasi hanya selang dua atau tiga hari sebelum proyek berjalan. Kan kami kaget banget. Belum sempat memberikan jawaban, sudah langsung dieksekusi,” ujarnya.

Pantauan dilapangan, warga mendesak supaya PT Karsa Bayu Bangun Perkasa tidak membuat lubang galian tiang pancang Skybridge di Jalan Setiabudi sebelum mediasi dengan Pemkot Solo selesai. Sejauh ini, lubang galian tiang pancang Skybridge mencapai tiga buah di kawasan Jl Setiabudi.

Sedangkan di persinggungan Jl Setia Budi dan Jl Tagore terdapat tiga lubang galian tiang panjang. Sampai saat ini, pihak kontraktor telah merampungkan belasan lubang tiang pancang yang tersebar di sejumlah segmen, yakni I, III dan IV.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge