0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Meski Subsidi Dipangkas, Harga Elpiji Tak Akan Naik

merdeka.com
elpiji 3 kilogram (merdeka.com)

Timlo.net — Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja mengatakan pemangkasan subsidi elpiji 3 kilogram diturunkan karena harga Liquified Petroleum Gas (LPG) di pasaran dunia alami penurunan drastis. Selain itu, anjloknya harga minyak dunia ikut mempengaruhi dasar harga yang ada.

“Di Nota Keuangan ada penurunan subsidi Rp 1.000 per kilogram untuk elpiji, tapi hitungan kita masih cukup karena harga pembelian (elpiji) murah, jadi tidak ada rencana kenaikan harga,” kata dia kepada wartawan di Komplek Senayan, Jakarta, Selasa (14/6).

Wiraatmaja mengungkapkan pemerintah awalnya memang berencana menaikkan harga elpiji. Hal ini dilakukan setelah perhitungan subsidi APBN 2016 sebesar Rp 31 Triliun tidak mencukupi. Namun, lanjut Wirat, kenaikan harga mampu tertutupi usai harga LPG dunia menurun.

“Dulu subsidinya Rp 4.500-5.000 per kilogram, sekarang subsidinya Rp 3.500-3.800 per kilogram, kalau kondisi seperti ini tidak ada kenaikan. Rp 31 Triliun untuk LPG tadinya kan rencananya harga dinaikkan karena supaya subsidinya cukup segitu, tapi dengan harga (LPG) turun tidak perlu naikin lagi,” katanya.

Pihaknya pun memastikan tidak akan menaikan harga gas LPG 3 kilogram, setelah alokasi subsidi dalam R-APBNP 2016 dipangkas dari Rp 63,69 Triliun menjadi Rp 40,64 Triliun.

“Hitungan kita masih cukup, karena harga pembelian LPG murah. Jadi meski ada penurunan subsidi Rp 1.000 per kilogram, tidak akan ada kenaikan harga,” ujarnya.

[idr]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge