0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Seribu Warga Diduga Mengidap HIV/AIDS

Ilustrasi HIV/AIDS (dok.timlo.net/red)

Boyolali — Penderita HIV/AIDS di Boyolali diduga sudah mencapai 1000 orang. Sementara data di Pemkab Boyolali baru sebanyak 285 penderita.

“Informasi dari pusat, penderita HIV/AIDS di Boyolali mencapai 1 persen dari jumlah penduduk. Kalau saat ini Boyolali berpenduduk 1 juta orang, berarti ada seribu penderita,” kata Kabid Pengendalian Pemberantasan penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Boyolali, Ahmad  Muzayin, Selasa (14/6).

Menurut Muzayin, dari data tersebut, memperlihatkan penderita yang tidak kelihatan jauh lebih banyak dari yang terdata. Kondisi ini kemungkinan dipengaruhi, penderita tidak ingin penyakitnya diketahui orang lain. Penderita kemungkinan takut bila muncul stigma negatif di masyarakat, seperti misalnya dikucilkan dan kesulitan mendapatkan pekerjaan.

“Tapi ada juga yang berobat ke luar daerah, sehingga tidak terdata,” tambahnya.

Saat ini, Dinkes melakukan sejumlah trobosan untuk mengatasi permasalahan ini, dengan memperluas jangkauan layanan penderita HIV/AIDS. Tahun 2019 nanti,  semua Puskesmas di Boyolali bakal dilengkapi dengan pelayanan infeksi menular seksual (IMS). Saat ini, layanan tersebut baru bisa dilayani di RSU Pandanarang, RSUD Banyudono, Puskesmas Boyolali I, Puskesmas Banyudono I, dan Puskesmas  Ngemplak I.

Selain itu pihaknya juga melayani visity atau layanan konsultasi tes HIV di RSU Simo, Puskesmas Boyolali I, Ngemplak I, Nogosari I, dan Puskesmas Karanggede. Sedangkan untuk pengobatan, pelayanan bagi pasien dilayani di RSU Pandanarang dan Puskesmas Boyolali I dan Ngemplak yang saat ini tengah dipersiapkan.

“Pasien yang terdeteksi bisa langsung diobati,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge