0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Perbatasan Beli Elpiji Sampai Malaysia

merdeka.com
Elpiji 3 kilogram (merdeka.com)

Timlo.net – Stok elpiji 3 kilogram di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menghilang dalam beberapa hari terakhir. Selain tingginya permintaan selama bulan Ramadan, sulitnya warga menemukan elpiji tabung melon lantaran diduga aksi borong para pengecer. Imbasnya, warga terpaksa membeli elpiji Malaysia, meski lebih mahal.

Memasuki pekan kedua Ramadan ini, warga kian sulit menemukan elpiji melon buatan Pertamina. Biasanya, elpiji tabung melon masih terlihat di beberapa kios atau warung pengecer.

“Sekarang sebaliknya, memang sulit menemukan elpiji 3 Kilogram,” kata Fadilah, salah seorang warga Jalan Pangeran Antasari, Nunukan, Selasa (14/6).

Sulitnya menemukan elpiji 3 Kg, memaksa warga merogoh kocek lebih dalam, agar dapur mereka di rumah masih bisa mengepul. Warga terpaksa membeli elpiji Petronas dan Shell produksi negeri jiran Malaysia, meski harganya lebih mahal.

“Elpiji Malaysia 14 kilogram dijual Rp 250 ribu. Harganya memang lebih mahal, tapi mau bagaimana lagi? Kan dipakai istri memasak di dapur,” ujar Fadilah.

Warga Nunukan lainnya yang tinggal di Jalan Hasanuddin, Eka Safitri (36) mengungkapkan, dia kesulitan menemukan elpiji 3 kilogram di pasaran, sehingga memaksa dia juga terpaksa membeli elpiji Malaysia.

“Ya benar, memang sulit beli elpiji 3 kilogram di sini. Yang ada elpiji Malaysia, 14 kilogram. Semua sudah tahu kok, elpiji Malaysia secara produk juga lebih padat isinya dibanding Pertamina,” ungkap Eka.

“Kan dari Nunukan ke Tawau Malaysia, kira-kira cuma 1,5 jam naik speedboat. Elpiji Malaysia ini memang datang dari Tawau, karena dekat dengan Nunukan,” terang Eka.

Eka juga meminta pemerintah tanggap dengan kelangkaan elpiji 3 kilogram ini. Apalagi, lanjut dia, kebutuhan masyarakat menjelang lebaran semakin meningkat, tidak hanya urusan elpiji saja.

“Kalau yang saya baca dari media, langkanya elpiji 3 kilogram ini karena keterlambatan pasokan dari Tarakan. Tapi, ada kemungkinan juga diborong pengecer, tidak tahu dijual ke mana,” demikian Eka.

[idr]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge