0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Paguyuban Masih Tarik Retribusi PKL Sunday Market, Dewan Geram

dok.timlo.net/achmad khalik
Sunday Market Manahan (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Komisi III DPRD Solo geram dengan adanya temuan bahwa pihak Paguyuban Sunday Market Manahan, pada Minggu (12/6) kemarin kembali melakukan pungutan retribusi kepada pedagang (PKL). Mereka tegas menyatakan bahwa itu menyalahi aturan.

“Jalas sangat salah, jika penarikan retribusi dilakukan oleh paguyuban,” terang anggota Komisi III DPRD Solo, Suharsono, Selasa (14/6).

Berdasarkan SK Walikota No426/2013 penarikan retribusi harusnya dilakukan oleh pihak UPTD Sarana dan Prasarana Olahraga Manahan. Bukan pihak lain, dalam hal ini paguyuban Sunday Market Manahan.

“Ini jelas kesalahan besar. Harusnya, UPTD memahami aturan SK 426/2013 tentang penarikan retribusi,” tandasnya.

Lebih lanjut, kata Suharsono, persoalan penarikan retribusi oleh paguyuban hari Minggu lalu telah dikomunikasikan dengan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo. Secara pribadi dirinya dipanggil Rudy untuk menjabarkan kronologis persoalan Sunday Market termasuk jika dilihat dari sisi hukum. Dalam pertemuan yang berlangsung di Loji Gandrung tersebut dikatakan Harsono bahwa Rudy siap untuk mem-back up agar penarikan retribusi dilakukan oleh UPTD.

“Hari ini (Minggu) biarkan saja paguyuban yang menarik, tapi mulai Minggu depan saya akan kawal langsung,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, selain penarikan retribusi yang dianggap terjadi penyimpangan, legislatif juga menyoroti terkait MoU yang dibuat antara Paguyuan Sunday Market dan UPTD Sarana dan Prasarana Olahraga Manahan yang diduga palsu. Dalam isi klausul MoU yang dibuat terdapat hal yang saling bertentangan. Ini mengidentifikasikan MoU yang dibuat tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge