0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

MoU Retribusi Sunday Market Manahan Diduga Palsu

dok.timlo.net/ichsan rosyid
Sunday Market Manahan (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Memorandum of Understading (MoU) yang dibuat oleh UPTD Sarana dan Prasarana Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan Paguyuban Pedagang Sunday Market Manahan diduga palsu. Pasalnya MoU yang dibuat untuk menarik retribusi kepada pedagang ini ada sejumlah kejangalan.

“Dugaan kami, MoU yang dibuat ini untuk mengamankan persoalan yang saat ini mencuat,” terang anggota Komisi III DPRD Solo, Suharsono, Selasa (14/6).

Dia menilai, penyusunan retribusi yang dilakukan seolah-olah untuk menutup jejak persoalan sekaligus menggiring persepsi ada perjanjian antara kedua belah pihak. Ini terlihat dari sejumlah isi klausul yang termuat di dalam MoU yang saat ini sedang dia pelajari tersebut.

“Memang fisiknya ada, tapi isi di dalamnya (MoU) saling bertentangan,” jelas Suharsono.

Terlepas dari persoalan diatas, lanjut Suharsono, kesepakatan dua belah pihak sudah cacat dari sejak awal. Seharusnya, kedua pihak mengacu kepada SK Walikota No.426/2013 tentang penarikan retribusi.

“Kalau didasarkan MoU ini jelas salah. Harusnya, kalau ada MoU sejak awal bisa dikonsultasi dengan bagian hukum Pemkot Solo. Ini malah Bagian Hukum tidak tahu, ada apa ini,” jelas politisi PDIP tersebut.

Sementara itu, Kepala Kantor Inspektorat Solo Untara masih bungkam terkait penelusuran polemik Sunday Market Manahan. Saat ditemui wartawan di gedung DPRD, ia tampak berlalu dan bergegas mengikuti rapat paripurna.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge