0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pedagang Enggan Turunkan Harga Daging Sapi

dok.timlo.net/nanin
Pedagang daging sapi di pasar (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Pedagang daging sapi di Boyolali enggan menurunkan harga hingga ke level Rp 80 ribu per kilogram. Pasalnya mereka takut merugi. Sementara para jagal siap jika diminta menjual daging dengan harga Rp 80 ribu.

“Kalau di kalangan jagal tidak masalah, tapi pedagang yang enggan menurunkan harga, mereka kan juga mengambil untung,” kata Kepala Disnakkan Boyolali Ir Bambang Jiyanto, Senin (13/6).

Diakui, pihaknnya sudah melakukan mengumpulkan jagal dan pedagang daging sapi. Kesimpulan pertemuan tersebut, pedagang tidak bisa menjalankan kebijakan Presiden Jokowi dalam menekan harga daging sapi di level Rp 80 ribu per kilogram.

“Kalau diberlakukan harga Rp 80 ribu, mereka tentunya akan rugi,” tambahnya.

Dijelaskan, harga sapi hidup berkisar Rp 42.000/ kg. Setelah jadi karkas harganya menjadi Rp 72.000/kg. Namun setelah dibersihkan dan dipisahkan antara daging dan tulang, harga menjadi lebih mahal.

“Kalau sudah sampai di pasar kan harganya akan lebih mahal lagi,” ungkapnya.

Daging sapi yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan RPH Ampel, selain dijual di lokal, juga dijual di sejumlah kota besar, seperti Semarang, Bandung dan Jakarta.

“Menjelang Lebaran, permintaan akan meningkat, tapi stok kita aman,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge