0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Puasa, Banyak Wisman Mendaki Gunung Merapi

dok.timlo.net/nanin
Wisatawan mancanegara ingin mendaki Gunung Merapi (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Selama bulan Puasa, jumlah pendaki Gunung Merapu, khusunya wisatawan mancanegara (Wisman) justru mengalami peningkatan. Tercatat ada 50 orang pendaki asing yang melakukan pendakian ke Gunung Merapi. Sedangkan pada hari biasa hanya berkisar enam hingga tujuh orang.

“Di negara mereka saat ini sedang musim liburan, jadi jumlah pendaki mancanegara mengalami peningkatan,” kata Petugas Pos Pendakian Plalangan, Lencoh, Selo, Samsuri, Senin (13/6).

Mereka kebanyakan berasal dari Perancis, Jerman dan Belanda. Diakui Samsuri, tiap bulan Juni, Juli hingga Agustus, pendaki asing yang ke Gunung Merbabu selalu mengalami peningkatan. Mereka biasanya berombongan menuju ke Gunung Merapi dengan dipandu masyarakat lokal.

Sementara untuk pendaki lokal, jumlahnya mengalami penurunan drastis. Pada hari biasa atau saat liburan, biasanya mencapai 400 orang. Namun saat bulan puasa ini, tercatat hanya 80 an pendaki. Mereka kebanyakan dari Yogyakarta, Magelang, Solo, Bandung, Bogor, Kediri dan Lamongan Jatim.

“Sebagian besar dari mereka sudah terbiasa melakukan pendakian,mungkin untuk mengisi waktu selama puasa,” tambahnya.

Di sisi lain, terkait dengan kondisi puncak Merapi yang  belakangan ini sering mengeluarkan asap sulfatara, tidak mempengaruhi pendakian. Justru hal itu sering membuat pendaki penasaran. Hanya saja, hingga saat ini, pendaki hanya diijinkan sampai Pasar Bubrah.

“Kondisi cuaca di puncak berubah-ubah, tetap harus waspada,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge