0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pelabuhan Ampenan Dijadikan Sebagai Dermaga Pariwisata

lombok.panduanwisata.id
Kota tua Ampenan (lombok.panduanwisata.id)

Timlo.net – Pelabuhan kota tua Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) akan dijadikan sebagai pelabuhan wisata. Ada puluhan bangunan tua kuno peninggalan Belanda di tepi laut, yang konon adalah bekas pelabuhan pertama di Lombok. Ini pernah menjadi pelabuhan yang sangat sibuk di tahun 1948 – 1950-an.

“Ada investor dari Pulau Bali yang bergerak pada usaha jasa kapal pesiar yang sudah menyatakan kesiapan dan kesanggupannya membangun pelabuhan wisata. Rencananya pembangunannya dilaksanakan tahun ini,” papar Walikota Mataram, Ahyar Abduh, Sabtu (11/6).

Menurut Ahyar, investor tersebut tergoda dengan Ampenan lantaran belakangan ada banyak permintaan wisman yang menggunakan kapal pesiar untuk mengunjungi sejumlah desitnasi di Lombok. Ampenan juga dinilai sebagai titik yang pas, tak butuh waktu lama untuk menyeberang dari Bali.

Sekedar gambaran, penyeberangan dari Karang Asem ke Ampenan bisa ditempuh dalam waktu hanya satu jam. Sementara bila menyeberang dari Pelabuhan Padangbae, Bali, hingga Lembar, bisa memakan waktu sekitar lima jam.

“Permintaan wisman dengan kapal pesiar untuk mampir ke Lombok, terutama asal Eropa, cukup tinggi. Karena itulah investor ini sangat berkeinginan untuk membangun pelabuhan di kawasan Ampenan. Kawasaan ini dianggap sangat ideal untuk menyandarkan kapal-kapal pesiar,” katanya.

Ia mengatakan, Ampenan dulunya merupakan pelabuhan sebelum dipindah ke Lembar Lombok Barat. Saat memasuki dan menginjakkan kaki di Kota tua Ampenan, serasa diajak kembali bercengkramana dan bernostalgia dengan suasana kehidupan masa lampau.

Ada deretan puluhan bangunan tua bercorakkan arsitektur masa lampau yang siap menyapa. Kota tua Ampenan juga menjadi saksi bisu masa kejayaan dan keemasan Ampenan sebagai armada pelabuhan, pusat perkonomian dan perdagangan.

“Terkait dengan ijin kesahbandaran dan persiapan administrasi lainnya sudah dilakukan oleh pihak investor. Bahkan saat ini mereka sedang mempersiapkan untuk pembangunan anjungan,” tambahnya.

Pemkot Mataram pun mengaku siap mendukung rencana menghidupkan pelabuhan dengan konsep wisata tadi. Penataan dan pembangunan berbagai fasilitas pendukung wisata akan segera di kawasan Ampenan.

“Kami siap membangun lahan parkir, ruang tunggu, air bersih, serta informasi dan transportasi yang bisa terkoneksi antara Ampenan-Senggigi dan objek wisata lainnya. Termasuk untuk penataan pedagang kaki lima (PKL). Kami akan tata penjualan kuliner yang lebih variatif sehingga wisatawan memiliki banyak menu pilihan kuliner khas daerah ini. Untuk anggaran penataan ini, saya sudah meminta Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) mengalokasikan anggaran dalam APBD perubahan tahun ini,” ujarnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge