0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Festival Danau Sentani, Mengeksplore Keindahan Papua

Festival Danau Sentani (kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Timlo.net – Festival Danau Sentani (FDS) digelar di kawasan wisata Khalkhote, Sentani Timur, Papua, pada 19-23 Juni 2016 mendatang. Pesta ini merupakan perpaduan suguhan alam dan budaya asli wilayah Tabi, yang didiami oleh 16 subsuku.

”Pesta budaya Danau Sentani ini sudah terselenggara sejak 2007, dan merupakan upaya untuk mempromosikan pariwisata berbasis kekayaan alam dan budaya masyarakat setempat. Kami akan tebarkan Pesona Indonesia dan keindahan negeri ini dari Danau Sentani,” ujar Bupati Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw, kemarin.

Lebih lanjut Mathius menjelaskan, FDS 2016 sengaja dipusatkan di kawasan wisata Khalkhote, Sentani Timur. Di tempat ini pengunjung akan disuguhkan beragam adat istiadat, seni dan budaya dari puluhan suku asli. Upacara adat seperti penobatan Ondoafi dan sajian kuliner Papua juga akan melengkapi acara ini.

”Baik turis Eropa maupun Asia, khususnya Jepang, akan bertolak ke sini karena kawasan Kabupaten Jayapura menyimpan histori tentang tentara Jepang lewat makam-makam,” ujarnya.

Selain itu, FDS 2016 akan diramaikan dengan industri kreatif Papua. Dinas Pariwisata dan Pemerintah Provinsi Papua juga akan mendorong ikon-ikon utama Pariwisata Papua untuk tampil dan lebih banyak di eksplorasi.

”Nanti kami akan menghadirkan produk kerajinan kulit kayu, batik Papua, produk olahan cokelat, kopi, sagu dan buah merah. Peningkatan partisipasi Papua dalam kerja sama sub-kawasan diharapkan akan semakin memperkenalkan produk Papua yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua,” beber Mathius.

Dalam paparannya, Mathius mengungkapkan tahun ini FDS mengangkat tema Satu Dalam Keanekaragaman Meraih Kejayaan. Dalam hal ini, masyarakat Kabupaten Jayapura yang terdiri dari beragam suku asli dan paguyuban Nusantara akan diajak untuk meraih kejayaan bersama-sama.

”Tema tersebut sekaligus membuktikan bahwa Festival Danau Sentani mampu memelihara persatuan dan kesatuan di antara sesama suku, ras dan agama. Nasionalisme yang terkandung begitu besar mengingat Papua terdiri dari ratusan suku kecil,” jelasnya.

Kawasan Khalkhote, Sentani Timur merupakan dermaga di Danau Sentani yang ditata menjadi lokasi wisata. Di sini, pengunjung menyaksikan keragaman adat istiadat, seni, dan budaya.

Festival ini akan diisi dengan tarian-tarian adat di atas perahu, tarian perang khas Papua, upacara adat seperti penobatan Ondoafi, dan sajian berbagai kuliner khas Papua. Karnaval Festival Danau Sentani yang diikuti seluruh paguyuban di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura juga selalu memeriahkan acara ini. Dari masing-masing paguyuban, baik dari luar Papua maupun masyarakat Papua sendiri, akan turut serta dalam pagelaran tersebut dengan menampilkan budaya tradisional, tari-tarian tradisional yang diiringi lagu daerah.

Danau Sentani dikenal bak kolam air hijau raksasa yang dikelilingi perbukitan. Danau ini terletak di Kabupaten Jayapura, dikelilingi 21 pulau kecil yang indah dan menyokong 24 desa yang bertengger di sekitarnya.

Desa di sekitar Danau Sentani mempunyai adat yang berbeda, namun berasal dari beberapa budaya yang sama sebagaimana terlihat dari kepercayaan dan ritual mereka. Isolo, misalnya, upacara yang menyatukan perbedaan budaya dari 24 desa di sekitar danau. Upacara ini juga dapat dilihat sebagai bagian dari rangkaian acara Festival Danau Sentani 2016. (*)

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge