0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mahasiwa UNS Ini Jadi Desainenr WPAP Ternama

Gilang Bogy, mahasiswa FEB UNS. (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo —  Jadikanlah hobimu sebuah pekerjaan, maka kau tidak akan merasa bekerja seumur hidupmu. Rasanya kata-kata itu tepat disematkan kepada Gilang Bogy. Berkat hobinya menekuni Wedha’s Pop Art Potrait (WPAP), ia menjadi desainer WPAP yang cukup diperhitungkan di Tanah Air.

Prestasi terakhir yang ditorehkan mahasiswa jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS ini adalah saat diminta mendesain gambar ilustrasi di kaleng minuman Coca Colo Jerman edisi Euro 2016. Sungguh prestasi yang luar biasa.

“Saya memang hobi menggambar, tapi baru sekitar 3 tahun terakhir mempelajari WPAP,” ungkap Gilang saat dijumpai Timlo.net, di pelataran FEB UNS, kampus Kentingan, Jebres, baru-baru ini.

Gilang menceritakan, perkenalan pertamanya dengan karya desain yang diperkenalkan oleh Wedha Abdul Rasyid ini dari melihat tayangan televisi. Saat itu sekitar tahun 2010 dirinya melihat karya WPAP untuk pertama kalinya.

“Lihat itu seneng, kemudian saya cari informasi tentang WPAP tapi belum ada. Kemudian ada teman yang juga tertarik dengan WPAP terus saling tukar informasi,” katanya.

Untuk menciptakan karya seni ilustrasi wajah WPAP, ia mengaku tidak pernah belajar secara khusus di pendidikan formal. Dia lebih banyak belajar secara otodidak, dan sharing informasi melalui jejaring sosial yang konsern membahas WPAP. Dia juga bergabung dengan komunitas WPAP yang memang mulai menjamur di beberapa kota besar.

Gilang mengisahkan bahwa terpilihnya dia sebagai desainer bagi produk tersebut adalah saat dirinya menerima email berisi tawaran pekerjaan itu. Dalam email disebutkan bahwa pihak perusahaan telah melihat karya-karya Gilang di beberapa situs layanan berbagi desain.

“Ini bukan kompetisi desain, tapi mereka lihat karya saya, kemudian mereka cocok dan meminta saya untuk mendesain, jadilah seperti itu,” katanya.

Lama pengerjaan dikatakan selama satu bulan sejak dirinya dikontak langsung pihak Coca Cola Jerman. Dia mengatakan dalam pengerjaan tersebut cukup mengalami kendala, sebab mahasiswa yang menginjak semester delapan ini harus membagi waktu antara kuliah dan mendesain.

“Kesulitannya paling itu, misal sudah capek kuliah, lagi gak mood tapi tetep harus bikin,” katanya.

Tak cukup berhenti sampai di situ, Gilang yang kadung jatuh cinta pada aliran baru Pop Art ini memiliki cita-cita untuk bisa semakin memajukan desain WPAP. Sebab karya-karya seperti ini cukup diminati publik mancanegara.

“Ke depannya saya ingin hidup dari desain, kalau bisa begitu. Semoga WPAP bisa semakin memasyarakat, semakin banyak yang suka, dan yang paling penting saya semakin laris dan banyak pesanan,” ucapnya sembari terkekeh mengakhiri sesi wawancara.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge