0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Pemukulan Satpam, Ini Harapan Wabup

Satpam Tri Wibowo menjalani perawatan di Ruang Anggrek RSUD Sudiran Mangun Sumarso Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri —  Pemkab Wonogiri berharap agar masyarakat menghormati aturan yang berlaku di rumah sakit, menyusul ada kesalahpahaman antara Satpam RSUD Wonogiri dengan pria berinisial DM yang diduga anggota TNI, Jumat (11/6) malam yang berujung dengan aksi kekerasan.

“Kalau itu sudah menjadi peraturan, ya harus ditegakkan,” ungkap Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa, Minggu (12/6).

Wabup menyebut jika langkah yang diambil Satpam RS dalam menegakkan peraturan sudah sangat tepat. Namun masyarakat juga diharapkan agar sadar akan aturan yang sudah menjadi ketentuan pihak rumah sakit.

“Bisa saja si anggota TNI sedang galau, karena keluarganya ada yang dirawat di rumah sakit sehingga memicu emosinya,” katanya.

Ketua DPD Golkar Wonogiri ini menambahkan agar persoalan ini diselesaikan dengan kekeluargaan. Kedua belah pihak harus berpikir dengan kepala dingin.

“Saya berharap semua pihak bisa duduk bersama, ya dimusyawarahkan biar semua baik,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Satpam RSUD Sudiran Mangun Sumarso Wonogiri , Tri Wibowo terpaksa harus terbaring di Ruang Anggrek rumah sakit tempat dia bekerja. Gara-garanya, Satpam ini dihajar oleh pria yang diduga anggota TNI, Jumat (10/6) malam.

“Saya dipukul persis pada ulu hati, Mas,” ujar Tri Wibowo, Sabtu (11/6).

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge