0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ramadan, Tukang Cukur Ini Cukup Dibayar dengan Mengaji

Raihan barber shop (merdeka.com)

Timlo.net – Ada yang unik dilakukan oleh Raihan Barbershop yang terletak di Jalan RTM, Cimanggis, Depok. Selama Ramadan, pemiliknya mengadakan promo untuk menggaet pelanggan. Yakni, jasa cukur gratis untuk pelanggan yang mau mengaji Barbershop tersebut saat pagi hari .

Tujuannya, selain untuk mendapatkan amal, sang pemilik juga ingin berbagi di bulan Ramadan. Bagi warga yang ingin cukur silahkan datang barbershop milik Asep Irawan Hidayat (42) setiap jam 07.00-09.00 WIB. Asep sengaja memberi batasan jam di pagi hari dengan alasan tersendiri.

“Membaca Al Quran pagi hari Insya Allah dapat memperlancar rejeki dan juga menambah pahala,” kata Asep, Minggu (12/6).

Asep membebaskan pelanggan yang datang untuk membaca Al Quran. Bahkan bila hanya bisa membaca satu ayat, dirinya memperbolehkan. Dirinya tidak ingin memaksa pelanggan membaca dengan cara ditargetkan. Yang penting baginya adalah pelanggan membaca dengan ikhlas.

“Ini kan bulan baik jadi saya ingin berbagi dan mencari pahala juga,” ungkapnya.

Menurutnya, konsep ini baru pertama kali diterapkan di tempatnya. Namun untuk santri Baitul Al Quran memang sengaja digratiskan. Untuk santri dirinya menargetkan sebanyak 200 orang.

“Mereka biasanya ke sini sore hari, anak-anak ini memang terbiasa baca Al Quran,” katanya.

Dia berharap semakin banyak orang yang mengaji di tempatnya maka bisa membawa berkah bagi tempat usahanya. Dirinya dengan senang hati melayani pelanggan yang datang baik memilih bayar dengan mengaji atau memakai uang.

“Para pria silahkan yang mau potong rambut datang kesini,” ujarnya.

Untuk pelanggan yang tidak mau mengaji maka masih bisa membayar pakai uang. Tarif untuk anak-anak dipatok Rp 13.000 sedangkan untuk dewas Rp 15.000. “Terserah pelanggan saja, kalau ada yang mau baca silahkan, tapi jika nggak ada, ya gak apa-apa,” katanya.

Tendi, salah satu pelanggan yang datang mengaku ingin mencoba promo ini. Dia pun memilih surat pendek usai mencukur. Dia mengaku ada yang berbeda ketika cukur dan bayar dengan mengaji.

“Biasanya pakai uang, tapi ini pakai ngaji. Unik juga sih,” katanya.

[hrs]

Sumber : merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge