0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warkop DKI adalah Legenda dan Harta Karun Film Komedi

merdeka.com
Indro Warkop - Anggy Umbara (merdeka.com)

Timlo.net — Falcon Pictures, siap untuk membangkitkan kembali harta karun film komedi Indonesia lewat film yang bertajuk WARKOP DKI REBORN. Menunjuk Frederica sebagai produser dan Anggy Umbara yang dipercaya sebagai sutradara, mereka pun menceritakan proses awal film ini dibuat.

“Karena ingin melanjutkan nostalgia Warkop yang dimulai sejak 1970-an. Kami ingin membuat film ini sebagus dan sebaik mungkin,” jelas Frederica saat ditemui di jumpa pers film WARKOP DKI REBORN: JANGKRIK BOS PART 1 di kantor Falcon Pictures, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Kamis (9/6/2016).

“Ini legenda dan harta karun film komedi Indonesia. Dan ini harus dihidupkan kembali dengan balutan cerita baru dan jadi tontonan menghibur seperti yang dilakukan Warkop di eranya,” sahut Anggy Umbara.

Berangkat dengan niat untuk menghadirkan kembali geliat film komedi di Indonesia, Anggy Umbara akui kalau dirinya sempat merasa kesulitan dalam memilih para aktor. Selain karena mencari sosok yang bukan seorang komedian, Anggy Umbara juga melihat Abimana Aryasatya, Vino G Bastian, dan Tora Sudiro mampu menghadirkan karakter trio DKI yang legendaris itu.

“Proses memilih mereka juga lama, dan tidak mudah. Awalnya, saat saya bicara dengan Ibu produser dan Om Indro, saya coba buat konsep dari hasil tontonan saya melihat film-film lawas Warkop. Awalnya akan dibuat mirip, sampai ada suntik silikon segala. Akhirnya, cocok dengan mereka bertiga, dan pilih aktor bukan komedian, yang bisa menghadirkan karakter DKI ini. Wajah aslinya tetap mereka, tapi karakter dan soul-nya tetap DKI,” jelas Anggy.

Lebih jauh, Indro Warkop pun mengakui kalau karakter dan keseluruhan proses syuting jadi fokus utama saat menggarap WARKOP DKI REBORN, bukan soal nominal uang. Selain itu, film ini juga menyangkut hak kekayaan intelektual WARKOP DKI yang selama ini tidak banyak dihargai.

“Bukan duitnya yang dipikirkan. Setelah itu baru memikirkan cerita, orang (pemeran), sutradara, dan sebagainya, sampai akhirnya siap untuk syuting. Saat syuting juga berat, seperti memilih yang mirip atau berkarakter. Saya (pilih) karakternya, bukan melestarikan orangnya. Dono itu aktor, kalau Kasino banyak celetukannya. Saya punya warisan yang namanya Warung Kopi. Hak kekayaan intelektual Warkop dihargai Falcon. Anak-anak kami juga sempat melihat syuting film ini, 80 persen sudah tercapai, yang 20 persen itu untuk mereka yang memerankan DKI,” jelas Indro.

(kpl/hen/ntn)

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge