0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengamat Pertanyakan Istilah Bhayangkara di Tubuh Polri

Polri (merdeka.com)

Timlo.net – Istilah Bhayangkara untuk kepolisian RI dinilai sudah tidak relevan. Pengamat menilai, perlu ada perubahan revolusi mental yang dibangun di dalam tubuh kepolisian, salah satunya adalah dengan mengganti istilah Bhayangkara.

“Istilah Bhayangkara menurut saya tidak relevan dipakai lagi untuk dipakai oleh kepolisian sebagai slogan. Dari aspek istilah dan sejarah, Bhayangkara berbeda dengan fakta kepolisian modern saat ini,” kata Praktisi hukum, Andi Syafrani, Sabtu (11/6).

Andi menjelaskan, istilah Bhayangkara berasal dari Majapahit. Bhayangkara merupakan pasukan elit yang diciptakan untuk memproteksi raja.

“Jadi ini sebenarnya secret service kalau di Amerika, yang tugasnya untuk melindungi raja, kepentingan istana,” ucap Andi.

“Ini bukan masalah simbol tulisannya, tapi ini masalah mentalnya. Kan Bhayangkara dibentuk supaya prajurit dapat mengalahkan Keratanegara,” sambungnya.

Berkaca dari hal itu, Andi menilai, kepolisian sudah tidak sesuai dengan fungsinya. Sebab, polisi seharusnya untuk melayani dan melindungi masyarakat.

“Pada saat Jokowi mendengungkan revolusi mental, saya kira ini saat yang tepat bagi polisi melakukan revolusi mental dengan mengganti simbol dan istilah yang sudah tidak relevan dalam konteks kerja kepolisian saat ini,” jelas dia.

[rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge