0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

“Perron Family Haunting”, Kisah Nyata Dibalik Film “The Conjuring”

Dok: Timlo.net/ AlteredDimension.net
Rumah Old Arnold Estate. (Dok: Timlo.net/ AlteredDimension.net)

Timlo.net—Film “The Conjuring” dirilis pada 2013, dibuat berdasarkan kisah nyata yang dialami keluarga Perron saat tinggal di rumah petani di Harrisville, Rhode Island yang mereka diami. Di Amerika Serikat (AS), kasus yang menimpa keluarga ini disebut sebagai “Harrisville Haunting” atau “Perron Family Haunting”. Selain “The Amityville Haunting”, pasangan Warren mengaku jika rumah ini juga merupakan kasus mereka yang paling intens, menakutkan dan menganggu.

Berbeda dengan keluarga Lutz yang dihantui selama 28 hari, keluarga Perron dihantui selama 10 tahun sebelum akhirnya pindah.

Roger Perron dan istrinya Carolyn Perron pindah bersama anak-anak mereka, Andrea, Nancy, Christine, Cindy dan April ke sebuah rumah yang tenang di pedesaan. Mereka membeli rumah impian mereka itu pada musim dingin 1970. Rumah yang disebut The Old Arnold Estate memiliki luas 81 hektar dan merupakan salah satu perkebunan asli di wilayah yang dimiliki oleh John Smith pada 1680.

Keluarga itu mulai merasakan sesuatu yang aneh dari pertama mereka menjejakkan kaki ke dalam rumah baru mereka. Mereka kemudian mengetahui jika delapan generasi keluarga telah hidup dan mati di sana. Di antaranya adalah Nyonya John Arnold yang berusia 93, gantung diri di kayu atap di kandang. Ada beberapa kasus bunuh diri di dalam delapan generasi keluarga itu dengan cara gantung diri, dan minum racun. Bahkan ada kasus perkosaan dan pembunuhan anak perempuan berusia 11 tahun, Prudence Arnold yang tidak terpecahkan. Ada dugaan jika sang pelaku adalah salah satu pekerja di pertanian itu. Ada dua kasus di mana korban tiba-tiba tenggelam di sebuah sungai kecil dekat rumah dan empat orang secara misterius membeku hingga mati di area rumah. Mungkin inilah alasan kenapa penjual rumah itu menyarankan mereka di hari keluarga Perron membeli rumah untuk membiarkan lampu tetap menyala di malam hari.

Penunggu rumah yang bersahabat

Pasangan Warren menggambarkan jika pada awalnya hantu-hantu atau roh jahat di sana tidak berbahaya. Ada roh yang setiap kali muncul meninggalkan bau bunga, sementara yang lain mencium para gadis Perron dengan lembut saat mereka akan tidur di malam hari. Yang lain menampakkan diri sebagai anak laki-laki yang bermain dengan mainan. Keluarga Perron kadang-kadang melihat mainan bergerak sendiri seolah digerakkan tangan yang tidak terlihat. Ada juga hantu perempuan yang kehadirannya tidak menganggu.

Kadang-kadang mereka mendengar suara orang menyapu di dapur. Saat mereka masuk ke dapur, sapu yang ada di sana sudah berpindah tempat dan kotoran di lantai sudah dikumpulkan di tengah dapur, tinggal dibuang di tempat sampah.

Salah satu roh yang disukai anak-anak Perron adalah roh yang mereka sebut “Manny”. Manny dipercaya sebagai roh Johnny Arnold, yang gantung diri di loteng rumah pada 1700-an. Manny akan menampakkan diri di hadapan anak-anak ini, dengan tenang melihat mereka melakukan aktivitas sehari-hari, tersenyum. Jika salah satu anak melihatnya, roh ini akan menghilang.

Selain sosok hantu atau roh, keluarga itu menyaksikan banyak peristiwa aneh dan tidak bisa dijelaskan. Tempat tidur terangkat naik di udara, gagang telepon terangkat dan ditaruh di dudukan telepon saat seseorang masuk ruangan. Perabot-perabot rumah bergerak sendiri. Bahkan kadang-kadang kursi ditarik mundur saat tamu datang dan hendak duduk. Foto atau lukisan yang dipajang di tembok tiba-tiba jatuh. Suatu kali keluarga ini melihat darah merah oranye muncul di dinding.

Beberapa penunggu tidak bersifat ramah

Tidak semua penunggu di Harrisville ramah terhadap keluarga ini. Beberapa penunggu sengaja menarik kaki dan rambut para gadis di tengah malam. Yang lain akan menutup pintu depan rumah dengan keras sehingga seluruh rumah seakan bergetar. Beberapa pintu tertutup tiba-tiba dan beberapa pintu lain malah tidak bisa ditutup sekalipun dipaksa.

Satu roh terus membuat keluarga ini terjaga di malam hari dengan tangisannya memanggil ibunya. Sementara sosok lain terus menganggu Cindy yang berusia 8 tahun, memberitahu gadis cilik itu jika ada tujuh mayat prajurit dikubur di dinding. Salah satu anggota keluarga mengingat ada sosok roh yang berwujud anak 4 tahun, mengelilingi rumah, menangis dan memanggil ibunya.

Salah satu roh dikatakan sangat jahat, tapi keluarga itu tidak mau mengungkap apa yang dilakukan roh itu pada mereka. Andrea Perron, yang menulis sebuah buku tentang pengalaman mereka di rumah itu (House of Darkness House of Light) mengesankan jika roh ini melecehkan beberapa saudarinya. Tapi saat ditanya soal ini, dia menghindari pertanyaannya, “Katakan saja ada sebuah roh pria yang sangat jahat di rumah dengan lima gadis cilik.”

Yang paling jahat, Bathsheba Sherman

Penunggu paling jahat di rumah itu secara khusus menyerang Nyonya Perron. Dikenal sebagai Bathsheba, makhluk ini diduga sebagai hantu dari Bathsheba Sherman, pemuja setan dan penyihir yang tinggal di rumah itu pada abad ke-19 dan mati setelah gantung diri di sebuah pohon di belakang kandang. Keluarga Perron bukanlah keluarga yang relijius, hal inilah yang dianggap sebagai faktor utama kenapa Bathsheba bisa memperlakukan keluarga itu dengan kejam. Dugaan ini diperkuat dengan fakta jika dari semua orang yang dulu pernah menghuni rumah ini, yang tidak pernah diganggu adalah seorang pendeta lokal.

“Anda hanya punya iman sebagai perlindungan Anda. Saya selalu menjaga iman saya. Tuhan melindungi saya dan mengizinkan saya melakukan ini. Waktu itu, keluarga Perron tidak memiliki agama dan hal itu sangat berbahaya,” kata Lorraine Warren.

Bathsheba digambarkan sebagai makhluk jahat dengan wajah yang mirip dengan sarang lebah, ditutupi dengan sarang laba-laba, bahkan cacing-cacing terlihat dari kerutan-kerutan wajahnya. Kepalanya bersandar di salah satu bahu seakan lehernya patah dan setiap kali dia muncul, bau busuk tercium.

Bathsheba Thayer lahir pada 1812 di Rhode Island dan menikah dengan Judson Sherman pada 10 Maret 1814. Semasa hidupnya, wanita itu hidup menyendiri, dikucilkan masyarakat setelah dituduh membunuh bayinya sebagai persembahan kepada iblis. Mayat bayi itu ditemukan dengan bekas tusukan di kepala dengan benda tajam. Karena kurang bukti, penyelidikan kasus itu dihentikan. Bathsheba dipercaya memiliki tiga anak, tidak satupun hidup melewati usia 4 tahun. Anak-anaknya bukanlah satu-satunya korban. Wanita itu dikabarkan suka menyiksa para pembantu, membiarkan mereka kelaparan dan memukul mereka karena kesalahan kecil. Waktu Bathsheba mati pada 25 Mei 1885, koroner menulis jika dia tidak pernah melihat mayat seperti mayatnya, di mana beberapa bagian tubuh terlihat mengeras seperti batu.

Bathsheba dikatakan kerap menyiksa Carolyn Perron dan puterinya Cindy. Sementara itu, dia juga sering melecehkan Roger Perron saat dia memperbaiki peralatan di rumah yang sering rusak. Harian lokal Providence Journal pada 1977 menulis, “Nyona Perron berkata jika dia terbangun sebelum subuh suatu hari dan melihat sosok makhluk di tempat tidurnya: kepala seorang wanita tua di sisi tubuhnya yang mengenakan gaun abu-abu tua. Sosok ini berkata, “Keluar. Keluar. Aku akan mengusir kamu keluar dengan kematian dan kesedihan.”

Awalnya, perlakuan Bathsheba hanya bersifat kejam. Carolyn akan dicubit, ditampar atau dilempari benda. Sosok ini akhirnya tahu jika Carolyn takut dengan api dan menggunakannya untuk menakuti wanita itu. Roh ini kerap memukul Carolyn dengan obor dan meminta dia pergi dari rumah.

Setelah itu, serangan-serangan yang dialaminya mulai bertambah kasar. Misalnya suatu ketika Carolyn berbaring di sofa dan merasakan ada rasa sakit yang tajam di bagian kaki. Saat dia melihat kakinya, dia menemukan luka besar berdarah seolah sebuah jarum besar ditusukkan ke kakinya.

Karena teror yang dia lakukan sepertinya gagal, Bathsheba mengubah taktiknya dan mulai menyerang dari dalam. Percaya jika Carolyn dirasuki, keluarga Perron memanggil Ed dan Lorraine Warren.

Ed dan Lorraine menyelidiki rumah

Ed dan Lorraine Warren seringkali dianggap sebagai penyelidik paranormal pertama. Selama berpuluh-puluh tahun mereka menyelidiki berbagai fenomena supra-alami dan kerasukan setan di negara itu. Dalam banyak kasus, mereka berhasil menyakinkan Vatikan untuk membantu melakukan pengusiran setan. Keluarga Perron mendengar tentang pasangan Warren dari salah satu seminar mereka dan memohon pasangan itu untuk menyelamatkan ibu mereka.

Sayangnya, berbeda dari di film “The Conjuring”, pasangan Warren dikatakan gagal menolong keluarga Perron. Carolyn Perron berkata sekalipun niat pasangan ini baik tapi kejadian-kejadian mistis yang mereka alami di rumah itu justru bertambah buruk. Saat situasi di luar kendali, Roger meminta pasangan Warren untuk keluar dari rumah segera.

Keluarga Perron pergi dari rumah berhantu

Keluarga Perron segera mengetahui jika setiap penghuni rumah sebelumnya kecuali seorang pendeta lokal dan keluarganya, mengaku jika mereka diganggu oleh para penunggu di Arnold Estate. Bahkan seorang penghuni rumah sebelum keluarga Perron sempat menyewa kontraktor untuk merenovasi rumah. Kontraktor itu sedang sibuk merenovasi rumah saat tiba-tiba dia berhenti bekerja dan lari dari rumah sembari berteriak, meninggalkan peralatan dan mobilnya. Penghuni rumah dan keluarganya tidak kembali lagi dan rumah itu kosong selama beberapa tahun sebelum dibeli keluarga Perron.

Sekalipun diganggu selama 10 tahun, masalah finansial membuat keluarga Perron memutuskan tetap tinggal. Karena tidak bisa pergi, mereka memutuskan bersabar terhadap gangguan yang mereka alami. Akhirnya, pada 1980, karena desakan Carolyn mereka akhirnya pindah setelah cukup mampu secara finansial. Mereka pindah ke Georgia.

Sumber: AlteredDimensions.net

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge